Ya Nabi salam alaika …
Ya Rasul salam alaika …
Ya habibie salam alaika …
Shalawatullah alaika …
Sekitar 1,000 anak-anak menghampar di lapang rumput depan pondok. Lautan kerudung dan peci putih, melafalkan shalawat, khusuk dan menggema.
Suasana pondok Pesantren Ban Tan malam ini terasa unik. Pondok kecil ini dibangun di pedalaman Thailand Selatan. Utk mencapai-nya harus terbang dari Bangkok, jaraknya sekitar 750 km ke kota kecil Nakhon Si Thammarat lalu dari airport yang mungil itu, naik mobil kira2 satu jam ke pedalaman.

Santriwati di Ban Tan (foto-foto diambil dari halaman Facebook ini.)
Masuk di tengah2 desa-desa dan perkampungan umat Budha, disitu berdiri Pondok Ban Tan.
Dibangun awal 1900, dengan beberapa orang murid.
Niatnya sederhana, menjaga aqidah umat Islam yg tersebar di kampung2 yang mayoritas penduduknya beragama Budha.
Tulisan ini adalah catatan pribadi Rektor Paramadina, Anies Baswedan Ph.D. untuk teman-teman internal di Paramadina. Saya copy-kan tulisan itu sesuai aslinya (tanpa mengeditnya. Karena menarik dan sangat menyentuh, saya minta ijin kepada beliau untuk sharing bersama teman-teman di Facebook; dan kini saya kutipkan kembali di sini. Tulisan ini juga dapat disimak pada Facebook Anies Baswedan ini. Oh ya, saya juga tambahkan foto-foto dan video agar memperkaya tulisan ini. - SB.
Malam itu, melihat wajah anak-anak pondok, seperti kita sedang menatap masa depan. Anak-anak yang dititipkan orang tua-nya untuk sekolah ke Pondok, untuk menjaga KeIslaman, untuk menjaga sejarah kehadiran Islam di kerajaan Budha ini. Di propinsi ini kehadirannya penuh nuansa damai. Sebuah tradisi yang harus dijaga terus. Read the rest of this entry »
