RSS

Tag Archives: Islam

Kesederhanaan Jokowi – JK

Kesederhanaan Pemimpin

Benarkah kesederhanaan seorang pemimpin penting artinya bagi sebuah bangsa? Tentu saja. Banyak bukti untuk itu. Yang paling kentara, pada masa kita adalah para pemimpin sekelas Nelson Mandela dan Ahmadinejad (Iran). Keduanya terbukti menjadi pemimpin yang bukan saja dikagumi rakyatnya, melainkan juga dunia.

Mendiang Nelson Mandela: sederhana

Mendiang Nelson Mandela: sederhana

Pemimpin AS seperti Benjamin Franklin dan George Washington juga dikenal sederhana dan rendah hati.  Awalnya Washington dikenal kelewat ambisius dan suka membanggakan dirinya. Tapi belakangan secara bertahap ia memperbaiki dirinya. Bagi Washington, greatness at any price is not real greatness — kecongkakan pada keagungan bukanlah kejayaan yang sejati.

Alih-alih dari menuruti ambisinya, termasuk meraih kekuasaan absolut saat di puncak karir, Washington justru menyadari bahwa, semakin banyak ia melayani orang lain dan menjunjung keadilan, makin bermaknalah kesuksesan yang diraihnya. Kian berkurang ambisinya terhadap ketenaran, kian layak ia meraih kehormatan.  Dan di situlah ia meraih nilai kemuliaan, persis sebagaimana ia memperjuangkan kemuliaan itu sendiri.

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Menyembunyikan Amal

Muhammad bin Abdullah Alaydrus dikenal luas di Solo. Banyak tamu datang setiap hari, pagi sampai malam. Mereka  selalu dijamu makan minum; tamu dari luar kota sering menginap di rumahnya, seberang RS Kustati, di kota batik itu. Ia sengaja membangun semacam paviliun kecil di bagian depan rumahnya,lengkap dengan kamar mandi, yang khusus diperuntukkan bagi para tetamu yang menginap.

Kediamannya berlokasi di Jalan Kapten Mulyadi, seberang agak ke selatan RS Kustati. Tidak jauh dari rumahnya ada Masjid Riyadh di Jalan Gurawan, yang setiap tahun menyelenggarakan khaul Habib Ali Alhabsyi. Di utaranya ada Masjid Assegaf, tempat da’i kondang (dan penyanyi religi) Habib Syech Assegaf dulu belajar mengaji saat ia kecil.

Rumah itu nyaris tiada pernah kosong dari tamu yang datang dari luar kota. Dan Muhammad sendiri secara rajin melayani mereka saat makan siang, makan malam, atau kadang ketika ngopi ‘majlas‘ di sore hari, sambil membaca kitab-kitab agama bersama. 

Jl Kapten Mulyadi Solo

Jl Kapten Mulyadi Solo

Selalu mengenakan sarung, pengusaha kaya dengan belasan anak itu tampil sangat bersahaja. Sehingga sepintas orang yang belum mengenalnya tidak akan menyangka bahwa Muhammad sebenarnya orang kaya. Tetapi bagi penduduk di kampung Pasar Kliwon Solo itu, nyaris tidak ada yang tidak tahu bahwa pemilik pabrik tekstil itu sangat disegani karena sikapnya yang rendah hati.

Suatu ketika seorang miskin, sebutlah namanya Pak De, datang meminta bantuan kepadanya. Saat itu sedang banyak tamu di rumahnya.  Beliau menolak memberi Pak De. Sehingga Pak De uring-uringan, mengumpat Mohammad. Kepada banyak orang ia menjelek-jelekkan Mohammad sebagai “bachil, pelit, ” dan berbagai sumpah serapah lain.

Pak De sendiri selama bertahun-tahun mendapat kiriman beras dari seseorang yg tidak pernah mau disebut namanya. Toko penyalur beras juga tidak mau mengatakan siapa sebenarnya yang mengirimkan beras kepada Pak De pada tiap awal bulan.

Amal terbaik adalah yang dirahasiakan

Amal terbaik adalah yang dirahasiakan

Suatu hari kiriman beras berhenti. Pak De mendatangi penyalur beras; dia menagih,

  “Kenapa kok bulan ini tidak ada kiriman lagi?!”  

Penjual beras menjawab:

“Karena yg biasa memberimu beras itu sudah meninggal dunia sebulan lalu.”

Pak De:

“Lho, memang siapa dia? Kenapa kamu gak pernah mau mengatakannya? “

Penjual beras:

“Dia adalah Muhammad  Alaydrus yang pernah kamu maki-maki tempo hari. Almarhum memang wanti-wanti agar menyembunyikan soal ini…”

Saya juga baru tahu belakangan bahwa almarhum juga memberi banyak tanah dan wakaf untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti masjid (konon juga termasuk Masjid Riyadh,yang kita tulis di atas).

Solawatan Habib Syech

Solawatan Habib Syech

Sang “dermawan tersembunyi” itu telah lama wafat dan dimakamkan di Tipes, Solo. Pekuburan yang dihuni ribuan orang itu sendiri ternyata juga wakaf dari beliau.

Apa yang dilakukan Muhammad itu sejalan dengan pesan Nabi saw mengenai amal yang dirahasiakan, yang hanya diketahui Tuhan sendiri. Imam Ali bin Abithalib as juga pernah berpesan, bahwa, “sebaik-baik penyembahan kepada Allah adalah dengan (cara) merahasiakannya (dari orang lain).”  

Muhammad Alaydrus bukan saja mengirim beras kepada Pak De dan banyak lainnya, tetapi ia sengaja menolak memberi sedekah di depan banyak orang, seperti ketika Pak De datang saat banyak tamu di rumahnya.

Bila Anda menyukai keteladanan semacam itu, mari bacakan Al-Fatihah kepada almarhum, sambil berdoa semoga Allah menjadikan kita dan anak-anak kita bisa meniru kebaikan beliau.

 
4 Comments

Posted by on 11/10/2013 in Diskusi Agama, Gaya Hidup

 

Tags: , , ,

Doa Anti Miskin

Di antara doa mulia yg dianjurkan cucunda Nabi SAW, Imam Ja’far bin Muhammad As-Shadiq (as), untuk sering dibaca adalah yang di bawah ini.

Di dalam doa pendek ini ada permohonan agar dijauhkan dari kefakiran (dengan meminta kekayaan Allah), dijadikan bijak, dan diberi kekuatan. Read the rest of this entry »

 
7 Comments

Posted by on 19/06/2013 in Doa

 

Tags: , , ,

3 Musibah Yang Jadi Ringan

Pada sebuah ceramah, Ustadz Muhammad bin Alwi (asal Jawa Timur) menceritakan tentang Imam Ali Zainal Abidin as (yang dikenal dengan gelaran As-Sajjaad, ahli bersujud. Alkisah, kata Ustadz, seorang murid As-Sajjaad mengeluh kepadanya mengenai kehidupan, dan meminta nasihat beliau.

Menanggapi hal itu, beliau menjelaskan yang kurang lebih begini redaksinya: “Kasihan anak Adam (kita-kita ini maksudnya), karena setiap hari selalu menghadapi tiga musibah. Tetapi kalau saja kita mengambil satu di antaranya sebagai pelajaran, maka kita akan melihat seluruh musibah itu ‘ringan.”

Membantu yang membutuhkan: manfaat umur dengan beramal...

Membantu yang membutuhkan: manfaat umur dengan beramal…

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 17/06/2013 in Diskusi Agama, Doa

 

Tags: , ,

Adakah Cinta di antara Kita?

Berbagai kasus korupsi belakangan ini menunjukkan kita krisis cinta pemimpin. Rakyat di negara manapun ingin pemimpin mereka menjaga kepercayaan dan mengabdi pada kepentingan rakyat.

Orang Arab punya pepatah, “Pemimpin suatu kaum itu adalah orang yang melayani mereka.” Orang Inggris bilang, pegawai negeri itu pelayan masyarakat (civil servant).

Presiden SBY bersama Ketua KPK Abraham Samad dan Kapolri Timur Pradopo: para pengabdi rakyat...

Presiden SBY bersama Ketua KPK Abraham Samad dan Kapolri Timur Pradopo: para pengabdi rakyat…

Sebenarnya menjadi pemimpin yang melayani rakyat itu mudah. Ia tak harus terlalu pandai dengan sederet gelar dan tak perlu jago berorasi apalagi bersilat lidah. Kuncinya, memimpin secara adil dengan hati yang penuh cinta.  Read the rest of this entry »

 

Tags: , , ,

Doa ‘Kecuali’

Dialah Allah: Yang Maha Mengabulkan doa dan munajat

Dialah Allah: Yang Maha Mengabulkan doa dan munajat

Dalam tradisi ulama terdahulu terdapat doa pendek yang diajarkan Keluarga (Ahlul Bait) Nabi saw yang lazimnya dimunajatkan seusai solat lohor.

Berikut kurang-lebih artinya:

  1. Duhai Tuhan, janganlah kenai aku dosa kecuali Engkau ampuni.
  2. Tidak juga aku ditimpa stres, kesulitan atau gundah, kecuali Engkau longgarkan darinya.
  3. Tak pula daku terkena aib (yg memalukan) kecuali Engkau tutupi dan rahasiakan.
  4. Jangan Engkau beri rezeki kecuali yang Kau luaskan.
  5. Tidak pula ketakutan kecuali Engkau amankan daripadanya.
  6. Tidak juga keburukan kecuali Engkau singkirkannya dariku.
  7. Tidak pula hajat yang Engkau ridhoi dan terdapat kebaikan bagiku di dalamnya, kecuali Engkau kabulkan.

Baca juga:

 
1 Comment

Posted by on 05/02/2013 in Doa

 

Tags: , , , ,

Ketika Ulama AS dan Inggris Kritik HAM Indonesia

Jakarta yang hujan menjadi hangat Minggu (13/1/2013), ketika lima tokoh berdiskusi dalam sebuah seminar tentang hubungan Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Live in limbo in your own country could be what hurts the most. Hundredth of innocent Muslims from Sampang village, Madura Island, Indonesia, have now been living in inadequate conditions at a sports complex (Gelora Olahraga) after they fled their homes. The displaced villagers including children, members of 42 families, had been attacked by a mob last August 2012. News about this also can be read from Amnesty International and IHRC websites. The article below  (in Indonesian language) also cites about the tragedy which was being discussed by Human Rights activists in a seminar in Jakarta, last Sunday 13 January 2013.

Tiga dari kelima pembicara dalam seminar itu dari Indonesia adalah dr.Jose Rizal Jurnalis (Mer-C), pengacara Muslim Munarman SH, dan Ketua Yayasan LBH Universalia yang juga wartawan Ahmad Taufik.

Munarman (kiri); Jose Rizal (ke-3 dari kiri) Imam Al Asi (di kiri Jose); dan Masoud Sadjareh (kedua dari kanan): kritik pada HAM kita

Munarman (kiri); Jose Rizal (ke-3 dari kiri); Imam Al-Asi (di kiri Jose); dan Masoud Sadjareh (ketiga dari kanan): kritik pada HAM kita

Ketiganya berhasil membawa diskusi yang mencerahkan bagi ratusan hadirin dalam masalah pelanggaran HAM, lengkap dengan berbagai kritik mereka terkait dengan kasus-kasus terorisme, separatisme dan kekerasan atas nama agama di dunia dan di Indonesia seperti terjadi di Solo, Papua dan Sampang, Madura.

Tidak kalah menarik adalah hadirnya dua pembicara tamu, yakni Imam Masjid dan Islamic Centre Washington Muhammad Al-Asi, dan Ketua Komisi Komisi Hak Asasi Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission atau IHRC) yang berpusat di London, Massoud Shadjareh. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,489 other followers