RSS

Tag Archives: Indonesia

Berantem Yuk!

Sengaja judul di atas saya pilih untuk mengajak orang membaca, bukan berkelahi. Adapun judul asli artikel ini adalah, “Inilah Akibat Berita Kekerasan di TV”. Mengapa ditulis dengan gaya mengajak berantem, karena tampaknya banyak siaran TV yang seolah sangat getol mengajak orang ramai-ramai berantem, atau menjadi marah dan beringas. 
Contoh kekerasan dari orang tua (sumber kartun harian Pos Kota).

Contoh kekerasan dari orang tua (sumber kartun harian Pos Kota).

Anda pasti miris melihat berbagai kekerasan dan aksi premanisme di negara kita belakangan ini.

Bukan hanya di kalangan rakyat biasa, artis, dukun, dan tukang santet, tetapi kejadian itu sudah melanda ke tengah keluarga, terhadap anak-anak dan remaja, bahkan di antara petugas keamanan negara.

Tentu semuanya bukan masalah sederhana yang bisa dengan mudah dicarikan solusinya, karena berbagai kejadian itu menyangkut aspek sosial, ekonomi dan budaya mereka yang terlibat.

Tetapi dari sisi komunikasi, kita bisa melihat adanya peran media massa terhadap kekerasan — khususnya televisi (TV). Banyak pendapat soal ini yang dikemukakan para ahli komunikasi; sebagian di antaranya mengedepankan perspekstif bahwa ada kemungkinan bahwa penonton TV secara sadar atau tidak sadar meniru adegan yang ditontonnya di layar kaca.

Opini ini aslinya ditayangkan dalam media online Inilah.Com, rubrik Celah, Kamis 11 April 2013.

Sebagian pendapat lain menyatakan bahwa banyaknya aksi kekerasan di media mendorong munculnya suasana ketakutan di tengah penduduk, sehingga muncullah ketegangan di ‘dunia yang kejam’ dalam benak banyak orang. Beberapa ahli seperti Gerbner dan kawan-kawan menyatakan, bahwa akibat adanya anggapan ‘dunia yang kejam’ itu, maka pecandu TV (heavy viewers, dalam istilah Gerbner) akan melebih-lebihkan tingginya angka kekerasan atau kriminalitas yang terjadi di dunia nyata.

Bila pendapat itu bisa diterima, barangkali kita jadi paham mengapa dalam praktek sehari-hari orang lalu mengambil sikap seperti, ‘berhubung dunia ini kejam, maka jalan terbaik untuk menghindarkan diri dari kebatilan adalah dengan mempersenjatai diri, dan jika perlu menyerang lebih dulu ketimbang diserang orang lain.’

Melawan premanisme: makin menggejala di sana-sini (foto: detik.com)

Melawan premanisme: makin menggejala di sana-sini (foto: detik.com)

Itulah sebabnya barangkali, mengapa saat terjadi kecelakaan di jalan, meski dalam level hanya ‘serempetan’ sekali pun, maka salah satu yang terlibat cenderung buru-buru ‘menyerang’ pihak lainnya, walaupun pihak pertama itu yang sebenarnya bersalah.

Kita belum tahu bagaimana sebenarnya efek program TV di Indonesia terhadap meruyaknya kekerasan, karena hal itu memang patut diteliti secara seksama. Tetapi jika mengamati secara lebih serius, dan Anda bisa membuktikannya sendiri, betapa sering TV kita menayangkan berita kekerasan di sana-sini, bahkan dalam takaran yang terkesan agak berlebihan. Over dosis. Sehingga puluhan teman saya belakangan lebih suka menonton program TV asing yang disediakan TV cable berbayar.

Jangan langsung percaya pendapat ini, tetapi saksikanlah sendiri. Hitung dan kajilah. Perhatikan apa yang sering muncul di layar kaca Anda: penduduk marah dan melabrak petugas Pemda, remaja tawuran, polemik sesama politisi, artis ricuh dengan dukunnya, calon hakim ‘membela’ pemerkosa, orang tua menggagahi anak sendiri, guru ‘ngerjain’ muridnya, suami memutilasi isteri sendiri gara-gara perselingkuhannya terbongkar, ricuh di pengadilan, keributan di lapangan bola, oknum aparat menyerang rekannya, dan preman serta penjahat yang kian nekad.

Sering di antara kekerasan itu dilakukan secara tidak semena-mena oleh pihak yang sebenarnya bersalah — misal PKL yang menempati tanah negara, atau pengusir warga seagama yang beda aliran — terhadap korban yang tak berdosa dengan tegangan amarah sangat tinggi, meledak-ledak.

Warga membakar rumah saudara sekampung di Sampang, Madura: bebas yang kebablasan

Warga membakar rumah saudara sekampung di Sampang, Madura: bebas yang kebablasan

Boleh jadi banyak di antara kejadian itu berkait dengan makin demokratisnya negara kita — sehingga orang merasa bebas untuk melakukan apa saja, termasuk ‘bebas melabrak’ pihak lain, tak peduli apakah pihak lain itu aparat keamanan, teman, atau bahkan keluarga sendiri.

Tetapi dari sisi komunikasi, banyak ahli mensinyalir besarnya peran media, film dan hiburan terhadap berbagai tindak kekerasan dan kekejaman itu. Belakangan, sinyalemen itu juga menuding peran program berita, seperti hard news, buletin dan tayangan ‘current affairs’ kabar berbagai peristiwa.

Di antara ahli ada yang menduga bahwa berita kekerasan – violent news – yang ditayangkan TV menyebabkan meluasnya kekuatiran akan munculnya tindak kriminal. Menurut mereka, ingatan pada tayangan violent news di TV cenderung lebih kuat ketimbang jenis informasi lain, sehingga menjadikan perilaku kriminalitas dan kekerasan kian berperan pada penonton. Sebagaimana dikatakan Johnston & Davey dalam buku ‘Media Psychology’ yang ditulis David Giles (2008), pada level pribadi, berita negatif terbukti meningkatkan kekuatiran personal, meski pun berita itu tidak langsung berhubungan dengan isi program yang sedang tayang.

Secara umum sering muncul kekuatiran adanya ‘copycat violence’ (kekerasan yang dilakukan gara-gara meniru-niru belaka), khususnya yang terkait dengan kericuhan masyarakat. Berbagai kericuhan di jalanan pada beberapa wilayah perkotaan di Inggris, misalnya, seringkali muncul pada saat berbarengan, dan jelas berperan sebagai katalisator bagi kericuhan-kericuhan di wilayah-wilayah lain.

Anak heavy viewers menonton TV dari dekat: copy cat violence?

Anak heavy viewers menonton TV dari dekat: copy cat violence?

Barangkali begitu pula yang terjadi di Indonesia. Entahlah. Yang jelas, di Jerman, hasil penelitian lain menunjukkan bahwa serangan kelompok rasis ‘sayap kanan’ terhadap etnik minoritas kentara sekali memiliki pola yang berkaitan dengan peliputan media terhadap penyerangan-penyerangan sebelumnya.

Dalam kaitan itu, para peneliti juga melihat hasil serangan-serangan yang terjadi. Pada serangan gelombang pertama, misalnya, korban cenderung untuk pindah atau mengungsi ke daerah yang lebih aman – yang boleh jadi merupakan tujuan utama yang diinginkan penyerang. Ternyata, berita tentang pengungsian para korban itu menjadi pemantik bagi gelombang penyerangan berikutnya.

Hal itu sangat mirip dengan yang disebut priming effect, yakni semacam dampak ajakan yang seolah disengaja, saat mana para preman ‘sayap kanan’ di Jerman lebih mungkin melakukan penyerangan terhadap kelompok minoritas jika mereka mendengar adanya serangan serupa telah berhasil memaksa korban untuk mengamankan diri ke tempat lain.

Sejalan dengan yang di atas, Anderson dan Bushman dalam ‘The Effects of Media Violence on Society’ (dan dimuat dalam sciencemag.org) menyatakan, bahwa berbagai bentuk riset secara jelas menunjukkan adanya kaitan positif antara kekerasan yang ditampilkan media dan peningkatan agresi yang terjadi. Studi eksperimental membuktikan hubungan kasual yang nyata. Percobaan laboratorium pun menghasilkan bukti yang jelas. Sementara, eksperimen di lapangan juga mengarahkan adanya dampak sebab-akibat dalam setting yang lebih alami. Selain itu, ini yang tidak kalah penting, studi lintas-cara (cross-sectional studies) menunjukkan hubungan erat antara media violence dengan jenis agresi di dunia nyata.

Masyarakat yang kian beringas: kebanyakan menonton kekerasan di TV?

Masyarakat yang kian beringas: kebanyakan menonton kekerasan di TV?

Memang ada yang meremehkan dampak program berita TV, khususnya karena anggapan bahwa program berita adalah ‘refleksi kebenaran realitas sehari-hari’, dan bahwa ia merupakan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kekerasan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi, bila banyak studi belakangan kian menunjukkan bukti bahwa media violence memengaruhi kekerasan di tengah masyarakat, tidakkah perlu ada usaha pencegahan yang lebih serius terhadap hal itu?

Baca juga:

 
 

Tags: , ,

Mengamati Prabowo dari Dekat

Nama Prabowo Subianto kian ramai dibicarakan orang. Sebagai bakal calon presiden RI 2014-2019 yang dianggap punya peluang besar, nama mantan Danjen Kopassus dan pengusaha kaya itu belakangan ini makin santer diberitakan. Yang terakhir, misalnya, ia diterima Presiden SBY pada 11 Maret 2013.

Pertemuannya dengan SBY itu rupanya memantik beragam spekulasi dan pendapat. Ada penilaian ‘miring’, netral, atau pun positif.

Pertemuan Prabowo dan SBY: saling mendukung?

Pertemuan Prabowo dan SBY: saling mendukung?

Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Airlangga Pribadi, misalnya, berpendapat bahwa sebagai kandidat presiden Prabowo yang potensial – dengan popularitas lumayan tinggi — parpol pendukungnya perlu mencari dukungan kekuatan dari luar.

“Di sini, Prabowo memiliki kepentingan terhadap kekuatan politik dari partai lain, tak terkecuali dari Demokrat,” kata Airlangga.

Sebaliknya, SBY juga punya kepentingan terhadap para calon Presiden pemenang Pemilu 2014. Tujuannya, untuk mengamankan jaringan atau kekuatan politik SBY.

“Namun pendekatan keduanya belum final dan merupakan pendekatan awal. Sehingga jangan ditafsirkan sebagai bentuk dukungan SBY kepada Prabowo,” kata Airlangga.

Walhasil, kisah Prabowo dan polemik mengenai dirinya makin ramai diberitakan media.

Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subiyanto (tengah) bersama sejumlah sesepuh Kopassus pada peringatan HUT Kopassus ke- 56 (2008). (Foto Antara)

Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto (keempat dari kiri) bersama sejumlah sesepuh Kopassus saat HUT Kopassus ke- 56 (2008). (Foto Antara)

Namun ada yang luput dari pemberitaan, yakni ketika 500-an pemimpin organisasi dan pengusaha berkunjung ke kediaman Prabowo, di Desa Hambalang, Bojong Koneng, Bogor, Kamis pekan lalu (14 Maret 2013).

Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , ,

Ronaldo dan Brand Ambassador

Megabintang Real Madrid Cristiano Ronaldo jadi Duta Pelestarian Mangrove di Indonesia. Yang menggaetnya adalah Forum Peduli Mangrove melalui program Artha Graha Peduli. Forum Peduli Mangrove adalah gerakan pelestarian mangrove di Pulau Dewata yang didukung lima lembaga pemberdayaan masyarakat yang berada di selatan Tanjung Benoa, Bali. 

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

“Saya senang dan bahagia Ronaldo setuju mendukung kegiatan kami guna melestarikan hutan mangrove di Indonesia,” kata Pendiri Forum Peduli Mangrove Indonesia, Tomy Winata, Senin (11 Maret) lalu.

Daya tarik Ronaldo dianggap cocok menjadi duta penyelamatan mangrove. Ia juga pantas sebagai panutan bagi seluruh lapisan masyarakat agar ikut menjaga kelestarian hutan mangrove di Indonesia.

Ronaldo sendiri merasa istimewa ikut berperan melestarikan mangrove di Indonesia. “Saya memahami bahwa di tempat-tempat yang banyak ditumbuhi mangrove terbentuk ekosistem yang dapat melindungi dari hantaman ombak besar, sehingga banyak jiwa bisa diselamatkan, dan mencegah kerusakan yang timbul,” kata mantan gelandang Manchester United berusia 28 yang pernah datang ke Aceh setelah tragedi tsunami, sembilan tahun lalu itu.

Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , ,

Sulis’ Song Reached 1,8 Million Viewers …

Wow! A young Indonesian girl, Sulis, has just made another achievement when her song ‘Ya Thoybah‘ in youtube has today (24 February 2013) leveled to more than 1,8 million viewers. It is rarely happened, a religious song which was sung in Arabic by Indonesian reached so much viewers in youtube.

Jangan hanya sibuk mengurus Lady Gaga. Banyak lagu dan musik yang jauh lebih indah, bermakna dan membawa manfaat di dunia ini. Contohnya, lagu-lagu bernuansa agama, atau religi.

Tulisan ini awalnya berjudul, “Lady Gaga? Ah, Mahir Zain dan Sulis Lebih Asyik…”, sengaja hari ini saya kunjungi kembali dan ubah judul dan sebagian isinya. Untuk Anda.

Sudah pernah nge-cek lagu religi di youtube, belakangan ini? Have you ever tried to listen religious music in youtube lately?  Did you listen to Sulis and Haddad Alwi? Did you listen to Chrisye’s fabulous song: “Ketika Tangan dan Kaki Berbicara“?

Menyesal, kalau sampai nggak mencoba mendengarnya… :)

Have you heard Mahir Zain’s superb song like this one?

Every time, You feel like you cannot go on,
You feel so lost and that you’re so alone,
All you see is night,  And darkness all around
You feel so helpless you can’t see which way to go
Don’t despair,  And never lose hope
‘Cause Allah is always by your side…

Listen… Close your eyes and listen. Enjoy such beautiful music; and the song. Listen Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on February 24, 2013 in Diskusi Agama, English, Gaya Hidup

 

Tags: , , , , ,

Pemimpin kok Korupsi?

Kasus-kasus korupsi yang marak belakangan ini makin banyak melibatkan pimpinan. Baik itu pemimpin partai politik, pemimpin kementerian, ataupun kepala daerah. Kita lalu bertanya, memang seperti apa sih pemimpin itu seharusnya; mengapa tidak semua ‘yang di atas’ berarti juga seorang pemimpin (leader)? Apa hubungan leadership dengan integritas?

Angelina Sondakh: salah satu tokoh parpol yang tidak punya integritas

Angelina Sondakh, salah satu tokoh Partai Demokrat yang terbukti korupsi: tidak punya integritas

Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on February 8, 2013 in Artikel di Media, Communication

 

Tags: , , , ,

Mengapa Turis Lebih Suka ke Malaysia ketimbang Indonesia?

Apa yang kita peroleh sepulang dari luar negeri? Tentu banyak pelajaran bisa dipetik – karena itulah sejatinya salah satu manfaat bepergian. Begitu pula kalau kita ke Malaysia: boleh jadi banyak dari kita bertanya-tanya, apa sih hebatnya negeri jiran itu, mengapa brand-nya moncer, sehingga turis membanjiri negeri itu, dan mahasiswa asingnya begitu banyak?

Salah satu atraksi turis di Malaysia: lebih 23 juta

Salah satu atraksi turis di Malaysia: lebih 23 juta

Apa hebatnya Malaysia sehingga banyak pasien Indonesia lebih suka berobat ke sana ketimbang di dalam negeri? Apakah dokter kita kurang pandai? Tidak. Dokter di Indonesia banyak sekali yang brilian, tetapi pelayanan sebagian Rumah Sakit memang masih payah. Apakah kurang cantik berbagai tempat pariwisata kita? No. Bahkan banyak lokasi wisata kita jauh lebih indah dari Malaysia, tetapi kita kurang pandai memasarkannya ke dunia, sehingga turis asing ke Indonesia kurang dari sepertiga dibanding wisatawan yang ke Malaysia. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on January 31, 2013 in Artikel di Media, Communication, Pemikiran

 

Tags: , , , , ,

Teman, di Cafe dan Media Sosial

Apa rahasia kafe dan bar? Mengapa kita tidak keberatan membayar air mineral lima kali lipat dari harga di pasar swalayan? Kita membayar mahal agar bisa duduk bersama teman-teman.

Rahasia kafe, bar dan restoran adalah mereka mengkonversikan kualitas waktu kebersamaan kita dengan uang kontan. Mirip dengan kafe atau bar, media sosial adalah tempat teman saling bertemu.

Teman dan ROI di Media Sosial

Beberapa program media sosial yang terbaik bisa mengubah ‘tempo’, atau ‘lamanya waktu yang diberikan konsumen untuk bersosialisasi’ (consumer’s social time) menjadi nilai atau mutu brand (brand premium), sehingga mendukung penciptaan ‘laba atas investasi’ (alias return on investment, ROI) yang lebih tinggi – jauh melebihi perolehan berkat iklan di TV.Lamanya waktu bersama teman atau keluarga sangat berarti bagi kita, sehingga layak kita bayar mahal. Perhatikan betapa biaya yang kita keluarkan untuk mereka itu berkait erat dengan lamanya tempo kerja kita.

Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial

Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , ,

Ketika Ulama AS dan Inggris Kritik HAM Indonesia

Jakarta yang hujan menjadi hangat Minggu (13/1/2013), ketika lima tokoh berdiskusi dalam sebuah seminar tentang hubungan Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Live in limbo in your own country could be what hurts the most. Hundredth of innocent Muslims from Sampang village, Madura Island, Indonesia, have now been living in inadequate conditions at a sports complex (Gelora Olahraga) after they fled their homes. The displaced villagers including children, members of 42 families, had been attacked by a mob last August 2012. News about this also can be read from Amnesty International and IHRC websites. The article below  (in Indonesian language) also cites about the tragedy which was being discussed by Human Rights activists in a seminar in Jakarta, last Sunday 13 January 2013.

Tiga dari kelima pembicara dalam seminar itu dari Indonesia adalah dr.Jose Rizal Jurnalis (Mer-C), pengacara Muslim Munarman SH, dan Ketua Yayasan LBH Universalia yang juga wartawan Ahmad Taufik.

Munarman (kiri); Jose Rizal (ke-3 dari kiri) Imam Al Asi (di kiri Jose); dan Masoud Sadjareh (kedua dari kanan): kritik pada HAM kita

Munarman (kiri); Jose Rizal (ke-3 dari kiri); Imam Al-Asi (di kiri Jose); dan Masoud Sadjareh (ketiga dari kanan): kritik pada HAM kita

Ketiganya berhasil membawa diskusi yang mencerahkan bagi ratusan hadirin dalam masalah pelanggaran HAM, lengkap dengan berbagai kritik mereka terkait dengan kasus-kasus terorisme, separatisme dan kekerasan atas nama agama di dunia dan di Indonesia seperti terjadi di Solo, Papua dan Sampang, Madura.

Tidak kalah menarik adalah hadirnya dua pembicara tamu, yakni Imam Masjid dan Islamic Centre Washington Muhammad Al-Asi, dan Ketua Komisi Komisi Hak Asasi Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission atau IHRC) yang berpusat di London, Massoud Shadjareh. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , ,

2013: Tahun Indah bagi Twitter?

Jika ada satu hal yang menarik pada perkembangan Twitter tahun 2012 lalu adalah bahwa media sosial itu tidak membosankan. Atau bahkan sangat mengasyikkan.

Sepanjang tahun lalu, layanan microblogging itu meledak sejadi-jadinya. Twitter menjadi tuan rumah bagi kejadian seperti ‘Tanya Jawab Bersama Presiden Obama’, kericuhan di Bahrain, Mesir, dan Badai Sandy. Tak kurang dari 125 kepala negara dan 139 politisi penting dunia lainnya menggunakan Twitter,  meski hanya 30-an di antara mereka melakukan tweet (kicau)-nya sendiri.

Social Media Landscape: Twitter salah satu yang berkembang pesat

Social Media Landscape: Twitter salah satu microblog yang berkembang pesat

Di Indonesia, Twitter menjadi salah satu sumber info terpenting bagi mereka yang mencari keterangan tentang segala hal, mulai dari kasus ‘KPK versus Polri’, pemilihan Gubernur DKI, pernikahan kontroversial Aceng Fikri, cerita tabrakan maut Afriyani, Novie Amelia hingga putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, serta riuhnya berita Rhoma Irama sebagai calon presiden.

Dengan lebih 30 jutaan pengguna Twitter (Tweeps) pada November 2012 lalu, Indonesia menjadi negara pengguna Twitter kelima terbesar di dunia, di bawah AS, Brazil, Jepang dan Inggris – sementara Jakarta unggul sebagai kota paling aktif pengirim tweet di antara kota-kota lain dunia.

Tetapi 2012 juga merupakan tahun kontroversial bagi Twitter. Tahun lalu, selain membatasi layanannya bagi pihak-ketiga yang ingin mengembangkan jasa bagi pengguna, Twitter juga ‘berperang’ dengan mantan rekan bisnisnya, Instagram, dalam masalah dominasi ‘photo-sharing’. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , ,

Aceng dan Transparansi

Bicara Aceng Fikri sejatinya juga bicara soal transparansi. Kalau saja Bupati Garut itu bersikap transparan tentang rencana menceraikan Fany Octora empat hari sesudah dinikahinya, umpamanya, maka ceritanya akan berbeda. Mungkin sekali Fany tak jadi nikah, dan Aceng justru selamat dari krisis.

Aceng Fikri: terekam seumur hidup

Aceng Fikri: terekam seumur hidup

Meski itu transparansi di level pribadi, tetap saja untuk seorang tokoh atau sebuah brand, kini transparansi sudah menjadi keniscayaan. Bahkan di tataran personal seperti itu pun, soal keterbukaan kini terasa sangat menonjol.

Penyebabnya adalah Internet dan media sosial yang menggelora dalam gairah besar di dalam jejaring web. Kalau saja Aceng sadar mengenai potensi internet sekarang ini, sangat boleh jadi ia akan berpikir ulang bicara atau melakukan sesuatu yang menyebabkannya jadi sasaran berita di seantero Nusantara.

Juga, seandainya pernikahan model Aceng itu terjadi beberapa tahun silam, sebelum maraknya Internet, sangat boleh jadi kasusnya tak menyebar seramai saat ini. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , ,

Emang Bisa, Berkorban Kayak Pahlawan?

Banyak orang berkorban demi orang lain. Di Indonesia, khususnya saat November ini, kita selalu ingat pengorbanan para pahlawan bangsa. Ada Bung Tomo. Juga ada banyak pahlawan, yang rata-rata waktu itu masih berusia muda, di berbagai daerah. Bahkan juga yang tanpa nama dan ikhlas untuk mati dikuburkan bukan di Taman Makam Pahlawan tetapi di mana saja yang mereka tak pernah duga lokasinya.

Yang aneh, Bung Karno dan Bung Hatta baru 7 November lalu dikukuhkan sebagai pahlawan Indonesia. Huuugh… kirain keduanya sudah lama jadi pahlawan. Sungguh terlaaaluh!

Ada juga keteladanan berkorban demi orang lain yang ditunjukkan Nabi Muhammad saw, keluarganya yang suci serta sahabatnya. Mereka semua menjadi cermin beragama di “jalan yang lurus”. Berabad-abad sebelum era Muhammad saw, kakek Nabi, yakni Nabi Ibrahim dan Ismail juga memberikan keteladanannya – yang kita peringati setiap musim haji atau Idul Adha.

Bung Tomo: contoh ideal pengorbanan bagi bangsa

Keteladanan Ibrahim berkomitmen mengorbankan nyawa sang putra sendiri, Ismail, yang siap sedia di meja sembelihan. Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , ,

Kamu Pernah Ngalahin Setan? Ciyuus?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, baiklah mari baca dulu kisah ini.

Alkisah, putri Nabi Siti Fatimah dan keluarganya berpuasa. Ketika itu ia, suaminya, Ali bin Abi Thalib, dan kedua putra mereka yang masih belia, Hasan dan Husain, berpuasa tiga hari berturut-turut. Puasa itu untuk membayar hutang nazar, karena sebelumnya mereka punya kaul demi kesembuhan Hasan dan Husain dari sakit. Mereka berempat dikenal sebagai Ahlulbait Nabi SAW yang dijamin kesuciannya dalam Al-Quran.

Kaligrafi nama Fatimah (as)

Hari pertama, persis menjelang saat buka puasa, datang seorang pengemis yang kelaparan. Mereka berikan sedikit roti gandum yang mereka siapkan kepada sang pengemis, dan malam itu mereka hanya berbuka dengan minum air.

Hari kedua. Mereka puasa lagi. Menjelang buka, datanglah seorang anak yatim memohon makanan. Melihat anak kecil yang lapar, Ahlulbait Nabi itu merelakan makanan mereka. Pada hari kedua itu mereka kembali berbuka hanya dengan air. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,625 other followers