RSS

Tag Archives: Indonesia

Slamet Gundono dan Opera Suro

Namanya lebih besar daripada tubuhnya, Tapi ia sangat dikagumi banyak orang, di dalam dan luar negeri. Namanya Ki Slamet Gundono. Ia antara lain pernah memperoleh penghargaan ‘the Prince Claus Award’ dari Belanda (2005). 

Tulisan ini pernah ditayangkan di sini pada 20 Januari 2012 lalu. Sehubungan dengan wafatnya Slamet Gundono (5 Januari 2014 lalu), sengaja artikel ini di-renovasi, untuk mengenang sang seniman besar ini. Tulisan bahasa Indonesia ada di bagian bawah. Untuk tulisan dalam bahasa Inggris, Anda bisa merujuk berita dari The Jakarta Post di bawah, atau artikel dalam Wikipedia ini

Ini yang ditulis ‘The Jakarta Post‘ tentang sang tokoh:

Slamet Gundono, the nation’s most prominent contemporary wayang dalang (puppeteer), died in Kartasura, Central Java, on Sunday from complications following a heart attack. He was 47. In 1995, Gundono caused a buzz at a festival of dalang in Surakarta, Central Java, when he presented a pakeliran (Javanese wayang or shadow puppet show) that went outside the rules.

Most Prominent Puppeteer - Slamet Gundono (photo: The Jakarta Post)

Most Prominent Puppeteer – Slamet Gundono (photo: The Jakarta Post)

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , ,

12 Falsafah Hidup – Pitutur Jawa

12 Falsafah Hidup – Pitutur Jawa

Berbagai suku di Indonesia punya falsafahnya masing-masing. Dalam dunia komunikasi, para pakar menyarankan agar semua orang yang hendak berkomunikasi dalam promosi atau persuasi apa pun, hendaknya menggunakan ‘kebijakan lokal’, alias local wisdom.
Masyarakat Jawa juga sejak lama dikenal memiliki falsafah yang layak untuk menjadi pelajaran bagi kita. Filosofi leluhur Jawa, misalnya dalam bentuk pitutur, itu diturunkan dari generasi ke generasi. Barangkali di era Google sekarang, ketika masyarakat sibuk menengok ke Barat, penting kiranya bagi kita untuk memahami warisan budaya atau pemikiran salah satu komponen bangsa sendiri.

Berikut ini 12 Falsafah yang saya dapatkan dari sana-sini.

  1. Urip iku Urup: Hidup itu nyala, hendaknya kita memilih hidup yang memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Kian besar manfaat yang kita berikan kian baiklah pribadi orang itu. Sangatlah mungkin, filosofi ini merujuk kepada hadis Nabi Muhammad saw yang mengatakan, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”  Read the rest of this entry »
 
3 Comments

Posted by on 24/10/2013 in Artikel di Media

 

Tags: , , ,

BBM Naik, Pamor PKS Ikut Naik?

Rencana kenaikan harga BBM bisa jadi merupakan ‘berkah’ bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menentang rencana itu.

Maksudnya, lewat sikap yang berbeda dibandingkan partai politik (parpol) anggota Setgab lainnya, partai yang tengah dilanda krisis itu berharap bisa mengembalikan pamornya sebagai parpol yang bersih, santun dan terkesan pro-rakyat.

Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan di KPK:  bukti absennya integritas pemimpin yang bisa merusakkan reputasi.

Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan di KPK: bukti absennya integritas pemimpin yang bisa merusakkan reputasi.

Itu memang sikap logis karena menjelang Pemilu 2014 ini siapa tahu tekad untuk mengesankan diri sebagai ‘partai pembela rakyat kecil’ bisa mendongkrak citra, atau bahkan reputasi, PKS yang merosot.

Tetapi, benarkah sebuah organisasi seperti parpol atau perusahaan bisa menyelamatkan dirinya dari krisis, sebagaimana yang terjadi pada PKS, dengan langkah seperti itu?

Bukan hanya bagi PKS, melainkan juga bagi partai lain seperti Demokrat yang juga tengah dilanda krisis akibat berbagai kasus korupsi. Apakah mereka bisa melakukan penyelamatan nama baik (reputasi) dalam waktu dekat, sehingga bisa memperoleh kembali simpati masyarakat dalam jumlah yang signifikan pada pemilu 2014?

Tentu saja itu tidak mudah. Meraih kembali reputasi memang tidak segampang membedaki wajah dan pasang dasi sebelum naik panggung demi citra sesaat, karena reputasi berbeda dengan pencitraan.

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , ,

Berantem Yuk!

Sengaja judul di atas saya pilih untuk mengajak orang membaca, bukan berkelahi. Adapun judul asli artikel ini adalah, “Inilah Akibat Berita Kekerasan di TV”. Mengapa ditulis dengan gaya mengajak berantem, karena tampaknya banyak siaran TV yang seolah sangat getol mengajak orang ramai-ramai berantem, atau menjadi marah dan beringas. 
Contoh kekerasan dari orang tua (sumber kartun harian Pos Kota).

Contoh kekerasan dari orang tua (sumber kartun harian Pos Kota).

Anda pasti miris melihat berbagai kekerasan dan aksi premanisme di negara kita belakangan ini.

Bukan hanya di kalangan rakyat biasa, artis, dukun, dan tukang santet, tetapi kejadian itu sudah melanda ke tengah keluarga, terhadap anak-anak dan remaja, bahkan di antara petugas keamanan negara.

Tentu semuanya bukan masalah sederhana yang bisa dengan mudah dicarikan solusinya, karena berbagai kejadian itu menyangkut aspek sosial, ekonomi dan budaya mereka yang terlibat.

Tetapi dari sisi komunikasi, kita bisa melihat adanya peran media massa terhadap kekerasan — khususnya televisi (TV). Banyak pendapat soal ini yang dikemukakan para ahli komunikasi; sebagian di antaranya mengedepankan perspekstif bahwa ada kemungkinan bahwa penonton TV secara sadar atau tidak sadar meniru adegan yang ditontonnya di layar kaca.

Opini ini aslinya ditayangkan dalam media online Inilah.Com, rubrik Celah, Kamis 11 April 2013.

Sebagian pendapat lain menyatakan bahwa banyaknya aksi kekerasan di media mendorong munculnya suasana ketakutan di tengah penduduk, sehingga muncullah ketegangan di ‘dunia yang kejam’ dalam benak banyak orang. Beberapa ahli seperti Gerbner dan kawan-kawan menyatakan, bahwa akibat adanya anggapan ‘dunia yang kejam’ itu, maka pecandu TV (heavy viewers, dalam istilah Gerbner) akan melebih-lebihkan tingginya angka kekerasan atau kriminalitas yang terjadi di dunia nyata.

Bila pendapat itu bisa diterima, barangkali kita jadi paham mengapa dalam praktek sehari-hari orang lalu mengambil sikap seperti, ‘berhubung dunia ini kejam, maka jalan terbaik untuk menghindarkan diri dari kebatilan adalah dengan mempersenjatai diri, dan jika perlu menyerang lebih dulu ketimbang diserang orang lain.’

Melawan premanisme: makin menggejala di sana-sini (foto: detik.com)

Melawan premanisme: makin menggejala di sana-sini (foto: detik.com)

Itulah sebabnya barangkali, mengapa saat terjadi kecelakaan di jalan, meski dalam level hanya ‘serempetan’ sekali pun, maka salah satu yang terlibat cenderung buru-buru ‘menyerang’ pihak lainnya, walaupun pihak pertama itu yang sebenarnya bersalah.

Kita belum tahu bagaimana sebenarnya efek program TV di Indonesia terhadap meruyaknya kekerasan, karena hal itu memang patut diteliti secara seksama. Tetapi jika mengamati secara lebih serius, dan Anda bisa membuktikannya sendiri, betapa sering TV kita menayangkan berita kekerasan di sana-sini, bahkan dalam takaran yang terkesan agak berlebihan. Over dosis. Sehingga puluhan teman saya belakangan lebih suka menonton program TV asing yang disediakan TV cable berbayar.

Jangan langsung percaya pendapat ini, tetapi saksikanlah sendiri. Hitung dan kajilah. Perhatikan apa yang sering muncul di layar kaca Anda: penduduk marah dan melabrak petugas Pemda, remaja tawuran, polemik sesama politisi, artis ricuh dengan dukunnya, calon hakim ‘membela’ pemerkosa, orang tua menggagahi anak sendiri, guru ‘ngerjain’ muridnya, suami memutilasi isteri sendiri gara-gara perselingkuhannya terbongkar, ricuh di pengadilan, keributan di lapangan bola, oknum aparat menyerang rekannya, dan preman serta penjahat yang kian nekad.

Sering di antara kekerasan itu dilakukan secara tidak semena-mena oleh pihak yang sebenarnya bersalah — misal PKL yang menempati tanah negara, atau pengusir warga seagama yang beda aliran — terhadap korban yang tak berdosa dengan tegangan amarah sangat tinggi, meledak-ledak.

Warga membakar rumah saudara sekampung di Sampang, Madura: bebas yang kebablasan

Warga membakar rumah saudara sekampung di Sampang, Madura: bebas yang kebablasan

Boleh jadi banyak di antara kejadian itu berkait dengan makin demokratisnya negara kita — sehingga orang merasa bebas untuk melakukan apa saja, termasuk ‘bebas melabrak’ pihak lain, tak peduli apakah pihak lain itu aparat keamanan, teman, atau bahkan keluarga sendiri.

Tetapi dari sisi komunikasi, banyak ahli mensinyalir besarnya peran media, film dan hiburan terhadap berbagai tindak kekerasan dan kekejaman itu. Belakangan, sinyalemen itu juga menuding peran program berita, seperti hard news, buletin dan tayangan ‘current affairs’ kabar berbagai peristiwa.

Di antara ahli ada yang menduga bahwa berita kekerasan – violent news – yang ditayangkan TV menyebabkan meluasnya kekuatiran akan munculnya tindak kriminal. Menurut mereka, ingatan pada tayangan violent news di TV cenderung lebih kuat ketimbang jenis informasi lain, sehingga menjadikan perilaku kriminalitas dan kekerasan kian berperan pada penonton. Sebagaimana dikatakan Johnston & Davey dalam buku ‘Media Psychology’ yang ditulis David Giles (2008), pada level pribadi, berita negatif terbukti meningkatkan kekuatiran personal, meski pun berita itu tidak langsung berhubungan dengan isi program yang sedang tayang.

Secara umum sering muncul kekuatiran adanya ‘copycat violence’ (kekerasan yang dilakukan gara-gara meniru-niru belaka), khususnya yang terkait dengan kericuhan masyarakat. Berbagai kericuhan di jalanan pada beberapa wilayah perkotaan di Inggris, misalnya, seringkali muncul pada saat berbarengan, dan jelas berperan sebagai katalisator bagi kericuhan-kericuhan di wilayah-wilayah lain.

Anak heavy viewers menonton TV dari dekat: copy cat violence?

Anak heavy viewers menonton TV dari dekat: copy cat violence?

Barangkali begitu pula yang terjadi di Indonesia. Entahlah. Yang jelas, di Jerman, hasil penelitian lain menunjukkan bahwa serangan kelompok rasis ‘sayap kanan’ terhadap etnik minoritas kentara sekali memiliki pola yang berkaitan dengan peliputan media terhadap penyerangan-penyerangan sebelumnya.

Dalam kaitan itu, para peneliti juga melihat hasil serangan-serangan yang terjadi. Pada serangan gelombang pertama, misalnya, korban cenderung untuk pindah atau mengungsi ke daerah yang lebih aman – yang boleh jadi merupakan tujuan utama yang diinginkan penyerang. Ternyata, berita tentang pengungsian para korban itu menjadi pemantik bagi gelombang penyerangan berikutnya.

Hal itu sangat mirip dengan yang disebut priming effect, yakni semacam dampak ajakan yang seolah disengaja, saat mana para preman ‘sayap kanan’ di Jerman lebih mungkin melakukan penyerangan terhadap kelompok minoritas jika mereka mendengar adanya serangan serupa telah berhasil memaksa korban untuk mengamankan diri ke tempat lain.

Sejalan dengan yang di atas, Anderson dan Bushman dalam ‘The Effects of Media Violence on Society’ (dan dimuat dalam sciencemag.org) menyatakan, bahwa berbagai bentuk riset secara jelas menunjukkan adanya kaitan positif antara kekerasan yang ditampilkan media dan peningkatan agresi yang terjadi. Studi eksperimental membuktikan hubungan kasual yang nyata. Percobaan laboratorium pun menghasilkan bukti yang jelas. Sementara, eksperimen di lapangan juga mengarahkan adanya dampak sebab-akibat dalam setting yang lebih alami. Selain itu, ini yang tidak kalah penting, studi lintas-cara (cross-sectional studies) menunjukkan hubungan erat antara media violence dengan jenis agresi di dunia nyata.

Masyarakat yang kian beringas: kebanyakan menonton kekerasan di TV?

Masyarakat yang kian beringas: kebanyakan menonton kekerasan di TV?

Memang ada yang meremehkan dampak program berita TV, khususnya karena anggapan bahwa program berita adalah ‘refleksi kebenaran realitas sehari-hari’, dan bahwa ia merupakan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kekerasan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi, bila banyak studi belakangan kian menunjukkan bukti bahwa media violence memengaruhi kekerasan di tengah masyarakat, tidakkah perlu ada usaha pencegahan yang lebih serius terhadap hal itu?

Baca juga:

 

Tags: , ,

Mengamati Prabowo dari Dekat

Nama Prabowo Subianto kian ramai dibicarakan orang. Sebagai bakal calon presiden RI 2014-2019 yang dianggap punya peluang besar, nama mantan Danjen Kopassus dan pengusaha kaya itu belakangan ini makin santer diberitakan. Yang terakhir, misalnya, ia diterima Presiden SBY pada 11 Maret 2013. Pertemuannya dengan SBY itu rupanya memantik beragam spekulasi dan pendapat. Ada penilaian ‘miring’, netral, atau pun positif. …

Selanjutnya lihat di bawah (setelah tanda tiga bintang ***) ].

Pengantar: Tulisan ini awalnya diunggah ke blog ini pada Maret 2013 lalu, tetapi menjelang Pemilihan Presiden 2014 belakangan ini tiba-tiba artikel tentang Prabowo ini kembali banyak dikunjungi orang — grafik dalam statistiknya tiap hari menunjukkan hal itu. Tidak aneh memang, karena bulan Juni 2014 ini adalah bulan kampanye Pilpres, dan kita tahu Prabowo adalah salah satu calon presiden yang bersama Hatta Rajasa akan bertanding dengan pasangan Jokowi – JK pada 9 Juli 2014 mendatang. [Tulisan asli tahun 2013 itu dimulai dari tanda tiga bintang (***) ke bawah ].

Read the rest of this entry »

 
3 Comments

Posted by on 22/03/2013 in Artikel di Media, Politik

 

Tags: , , , ,

Ronaldo dan Brand Ambassador

Megabintang Real Madrid Cristiano Ronaldo jadi Duta Pelestarian Mangrove di Indonesia. Yang menggaetnya adalah Forum Peduli Mangrove melalui program Artha Graha Peduli. Forum Peduli Mangrove adalah gerakan pelestarian mangrove di Pulau Dewata yang didukung lima lembaga pemberdayaan masyarakat yang berada di selatan Tanjung Benoa, Bali. 

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

“Saya senang dan bahagia Ronaldo setuju mendukung kegiatan kami guna melestarikan hutan mangrove di Indonesia,” kata Pendiri Forum Peduli Mangrove Indonesia, Tomy Winata, Senin (11 Maret) lalu.

Daya tarik Ronaldo dianggap cocok menjadi duta penyelamatan mangrove. Ia juga pantas sebagai panutan bagi seluruh lapisan masyarakat agar ikut menjaga kelestarian hutan mangrove di Indonesia.

Ronaldo sendiri merasa istimewa ikut berperan melestarikan mangrove di Indonesia. “Saya memahami bahwa di tempat-tempat yang banyak ditumbuhi mangrove terbentuk ekosistem yang dapat melindungi dari hantaman ombak besar, sehingga banyak jiwa bisa diselamatkan, dan mencegah kerusakan yang timbul,” kata mantan gelandang Manchester United berusia 28 yang pernah datang ke Aceh setelah tragedi tsunami, sembilan tahun lalu itu.

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , ,

Sulis’ Song Reached 1,8 Million Viewers …

Wow! A young Indonesian girl, Sulis, has just made another achievement when her song ‘Ya Thoybah‘ in youtube has today (24 February 2013) leveled to more than 1,8 million viewers. It is rarely happened, a religious song which was sung in Arabic by Indonesian reached so much viewers in youtube.

Jangan hanya sibuk mengurus Lady Gaga. Banyak lagu dan musik yang jauh lebih indah, bermakna dan membawa manfaat di dunia ini. Contohnya, lagu-lagu bernuansa agama, atau religi.

Tulisan ini awalnya berjudul, “Lady Gaga? Ah, Mahir Zain dan Sulis Lebih Asyik…”, sengaja hari ini saya kunjungi kembali dan ubah judul dan sebagian isinya. Untuk Anda.

Sudah pernah nge-cek lagu religi di youtube, belakangan ini? Have you ever tried to listen religious music in youtube lately?  Did you listen to Sulis and Haddad Alwi? Did you listen to Chrisye’s fabulous song: “Ketika Tangan dan Kaki Berbicara“?

Menyesal, kalau sampai nggak mencoba mendengarnya… :)

Have you heard Mahir Zain’s superb song like this one?

Every time, You feel like you cannot go on,
You feel so lost and that you’re so alone,
All you see is night,  And darkness all around
You feel so helpless you can’t see which way to go
Don’t despair,  And never lose hope
‘Cause Allah is always by your side…

Listen… Close your eyes and listen. Enjoy such beautiful music; and the song. Listen Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , ,

Pemimpin kok Korupsi?

Kasus-kasus korupsi yang marak belakangan ini makin banyak melibatkan pimpinan. Baik itu pemimpin partai politik, pemimpin kementerian, ataupun kepala daerah. Kita lalu bertanya, memang seperti apa sih pemimpin itu seharusnya; mengapa tidak semua ‘yang di atas’ berarti juga seorang pemimpin (leader)? Apa hubungan leadership dengan integritas?

Angelina Sondakh: salah satu tokoh parpol yang tidak punya integritas

Angelina Sondakh, salah satu tokoh Partai Demokrat yang terbukti korupsi: tidak punya integritas

Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , ,

Mengapa Turis Lebih Suka ke Malaysia ketimbang Indonesia?

Apa yang kita peroleh sepulang dari luar negeri? Tentu banyak pelajaran bisa dipetik – karena itulah sejatinya salah satu manfaat bepergian. Begitu pula kalau kita ke Malaysia: boleh jadi banyak dari kita bertanya-tanya, apa sih hebatnya negeri jiran itu, mengapa brand-nya moncer, sehingga turis membanjiri negeri itu, dan mahasiswa asingnya begitu banyak?

Salah satu atraksi turis di Malaysia: lebih 23 juta

Salah satu atraksi turis di Malaysia: lebih 23 juta

Apa hebatnya Malaysia sehingga banyak pasien Indonesia lebih suka berobat ke sana ketimbang di dalam negeri? Apakah dokter kita kurang pandai? Tidak. Dokter di Indonesia banyak sekali yang brilian, tetapi pelayanan sebagian Rumah Sakit memang masih payah. Apakah kurang cantik berbagai tempat pariwisata kita? No. Bahkan banyak lokasi wisata kita jauh lebih indah dari Malaysia, tetapi kita kurang pandai memasarkannya ke dunia, sehingga turis asing ke Indonesia kurang dari sepertiga dibanding wisatawan yang ke Malaysia. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , ,

Teman, di Cafe dan Media Sosial

Apa rahasia kafe dan bar? Mengapa kita tidak keberatan membayar air mineral lima kali lipat dari harga di pasar swalayan? Kita membayar mahal agar bisa duduk bersama teman-teman.

Rahasia kafe, bar dan restoran adalah mereka mengkonversikan kualitas waktu kebersamaan kita dengan uang kontan. Mirip dengan kafe atau bar, media sosial adalah tempat teman saling bertemu.

Teman dan ROI di Media Sosial

Beberapa program media sosial yang terbaik bisa mengubah ‘tempo’, atau ‘lamanya waktu yang diberikan konsumen untuk bersosialisasi’ (consumer’s social time) menjadi nilai atau mutu brand (brand premium), sehingga mendukung penciptaan ‘laba atas investasi’ (alias return on investment, ROI) yang lebih tinggi – jauh melebihi perolehan berkat iklan di TV.Lamanya waktu bersama teman atau keluarga sangat berarti bagi kita, sehingga layak kita bayar mahal. Perhatikan betapa biaya yang kita keluarkan untuk mereka itu berkait erat dengan lamanya tempo kerja kita.

Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial

Orang-orang akan saling bicara satu sama lain: termasuk di media sosial

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , ,

Ketika Ulama AS dan Inggris Kritik HAM Indonesia

Jakarta yang hujan menjadi hangat Minggu (13/1/2013), ketika lima tokoh berdiskusi dalam sebuah seminar tentang hubungan Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Live in limbo in your own country could be what hurts the most. Hundredth of innocent Muslims from Sampang village, Madura Island, Indonesia, have now been living in inadequate conditions at a sports complex (Gelora Olahraga) after they fled their homes. The displaced villagers including children, members of 42 families, had been attacked by a mob last August 2012. News about this also can be read from Amnesty International and IHRC websites. The article below  (in Indonesian language) also cites about the tragedy which was being discussed by Human Rights activists in a seminar in Jakarta, last Sunday 13 January 2013.

Tiga dari kelima pembicara dalam seminar itu dari Indonesia adalah dr.Jose Rizal Jurnalis (Mer-C), pengacara Muslim Munarman SH, dan Ketua Yayasan LBH Universalia yang juga wartawan Ahmad Taufik.

Munarman (kiri); Jose Rizal (ke-3 dari kiri) Imam Al Asi (di kiri Jose); dan Masoud Sadjareh (kedua dari kanan): kritik pada HAM kita

Munarman (kiri); Jose Rizal (ke-3 dari kiri); Imam Al-Asi (di kiri Jose); dan Masoud Sadjareh (ketiga dari kanan): kritik pada HAM kita

Ketiganya berhasil membawa diskusi yang mencerahkan bagi ratusan hadirin dalam masalah pelanggaran HAM, lengkap dengan berbagai kritik mereka terkait dengan kasus-kasus terorisme, separatisme dan kekerasan atas nama agama di dunia dan di Indonesia seperti terjadi di Solo, Papua dan Sampang, Madura.

Tidak kalah menarik adalah hadirnya dua pembicara tamu, yakni Imam Masjid dan Islamic Centre Washington Muhammad Al-Asi, dan Ketua Komisi Komisi Hak Asasi Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission atau IHRC) yang berpusat di London, Massoud Shadjareh. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , ,

2013: Tahun Indah bagi Twitter?

Jika ada satu hal yang menarik pada perkembangan Twitter tahun 2012 lalu adalah bahwa media sosial itu tidak membosankan. Atau bahkan sangat mengasyikkan.

Sepanjang tahun lalu, layanan microblogging itu meledak sejadi-jadinya. Twitter menjadi tuan rumah bagi kejadian seperti ‘Tanya Jawab Bersama Presiden Obama’, kericuhan di Bahrain, Mesir, dan Badai Sandy. Tak kurang dari 125 kepala negara dan 139 politisi penting dunia lainnya menggunakan Twitter,  meski hanya 30-an di antara mereka melakukan tweet (kicau)-nya sendiri.

Social Media Landscape: Twitter salah satu yang berkembang pesat

Social Media Landscape: Twitter salah satu microblog yang berkembang pesat

Di Indonesia, Twitter menjadi salah satu sumber info terpenting bagi mereka yang mencari keterangan tentang segala hal, mulai dari kasus ‘KPK versus Polri’, pemilihan Gubernur DKI, pernikahan kontroversial Aceng Fikri, cerita tabrakan maut Afriyani, Novie Amelia hingga putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, serta riuhnya berita Rhoma Irama sebagai calon presiden.

Dengan lebih 30 jutaan pengguna Twitter (Tweeps) pada November 2012 lalu, Indonesia menjadi negara pengguna Twitter kelima terbesar di dunia, di bawah AS, Brazil, Jepang dan Inggris – sementara Jakarta unggul sebagai kota paling aktif pengirim tweet di antara kota-kota lain dunia.

Tetapi 2012 juga merupakan tahun kontroversial bagi Twitter. Tahun lalu, selain membatasi layanannya bagi pihak-ketiga yang ingin mengembangkan jasa bagi pengguna, Twitter juga ‘berperang’ dengan mantan rekan bisnisnya, Instagram, dalam masalah dominasi ‘photo-sharing’. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,414 other followers