RSS

Tag Archives: Ali

HATI yang TENTERAM – 2

“Hai Ali, Islam itu telanjang. Pakaiannya adalah taqwa. Perhiasannya adalah rasa malu. Yang membaguskannya adalah sifat wara’. Manifestasinya ialah amal Shaleh. Asasnya adalah kecintaan kepadaku dan kepada keluargaku.”  Demikian itu bunyi salah sebuah hadis Nabi saw yang disampaikannya kepada Ali bin Abithalib as.

Jalaluddin Al-Suyuthi, dalam Tafsir Al-Durr Al-Mantsur,mengutip Ayat 23 Surat Al-Syura yg berbunyi:

“Katakanlah (Wahai Muhammad) Aku tidak meminta sesuatu upahpun kepadamu atas da’wahku, kecuali kecintaan kepada keluarga (ku)”. Suyuthi juga mengutip Surat Al-Ra’d ayat 28 yang berbunyi, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan dzikir kepada Allah; Ingatlah, hanya dengan dzikir kepada Allah, hati menjadi tenteram.”

wpid-201407270847.png

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 10/08/2014 in Diskusi Agama

 

Tags: , , , , , ,

Syahidnya sang Putra Ka’bah

Inilah hari-hari berduka keluarga Nabi SAW. Mulai 19 hingga 21 Ramadhan merupakan puncak kepedihan mereka, saat bumi bergetar dan lelangit kelam, mengiringi kepergian syahidnya salah seorang manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah Islam.

Ia orang yang dikenal karena kesederhanaannya, keagungannya, kearifannya, keberaniannya, kepandaiannya, kecerdasannya,kepribadiannya, dan kepemimpinannya.

Setelah Nabi SAW, tiada orang yang bisa menandingi ibadahnya. Dia lelaki yang paling dicintai Rasul saw, yang menyatakan bahwa perumpamaan dia terhadap Rasul saw sama ‘seperti Harun as terhadap Musa as’. Ia sahabat, keluarga, saudara, dan pembela sang Nabi SAW.

Dialah satu-satunya orang yang dilahirkan di tempat yang paling suci, Ka’bah. Tapi salah seorang penulis wahyu (Al-Qur’an) itu juga korban dari fitnah yang paling buruk. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Kesederhanaan Jokowi – JK

Kesederhanaan Pemimpin

Benarkah kesederhanaan seorang pemimpin penting artinya bagi sebuah bangsa? Tentu saja. Banyak bukti untuk itu. Yang paling kentara, pada masa kita adalah para pemimpin sekelas Nelson Mandela dan Ahmadinejad (Iran). Keduanya terbukti menjadi pemimpin yang bukan saja dikagumi rakyatnya, melainkan juga dunia.

Mendiang Nelson Mandela: sederhana

Mendiang Nelson Mandela: sederhana

Pemimpin AS seperti Benjamin Franklin dan George Washington juga dikenal sederhana dan rendah hati.  Awalnya Washington dikenal kelewat ambisius dan suka membanggakan dirinya. Tapi belakangan secara bertahap ia memperbaiki dirinya. Bagi Washington, greatness at any price is not real greatness — kecongkakan pada keagungan bukanlah kejayaan yang sejati.

Alih-alih dari menuruti ambisinya, termasuk meraih kekuasaan absolut saat di puncak karir, Washington justru menyadari bahwa, semakin banyak ia melayani orang lain dan menjunjung keadilan, makin bermaknalah kesuksesan yang diraihnya. Kian berkurang ambisinya terhadap ketenaran, kian layak ia meraih kehormatan.  Dan di situlah ia meraih nilai kemuliaan, persis sebagaimana ia memperjuangkan kemuliaan itu sendiri.

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

12 Ribu Tahun Sebelum Adam

Dengarlah kisah Abdullah bin Amr ini: Aku menulis segala sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah saw. Aku bermaksud menghapalnya. Tapi orang-orang Quraisy melarangku dan mereka berkata:

Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

“Engkau menulis segala sesuatu yang engkau dengar dari Muhammad? Padahal ia hanya seorang manusia yang berbicara saat marah dan senang.”

Aku berhenti menulis. Tetapi kemudian aku ceritakan hal itu kepada Rasulullah (saw). Kemudian beliau (Nabi saw) menunjuk kepada mulutnya dan berkata:

“Tulis saja. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya tidak ada yang ke-luar dari sini kecuali kebenaran.”

 

 

Catatan: Tulisan ini awalnya ditayangkan pada 6 Februari 2012. Untuk memperingati Maulid Nabi saw pada bulan Rabi’ul Awwal 1435 H (awal tahun 2014) ini, sengaja ia kita ‘remajakan’ kembali, agar dapat untuk berbagi bersama lebih banyak pecinta Sang Al-Mustafa (saw) pada Hari Kelahiran beliau. Baca juga bagian berikutnya di sini.

Benarkah Nabi saw Manusia Biasa — dan Mengapa Wajib Mencintai Beliau dan Keluarganya?

Kesalahan terbesar pihak yang menolak mengakui kebesaran Nabi Muhammad dan menolak memujanya, bahkan menganggap pelakunya sebagai bertindak berlebih-lebihan dan kultus yang diharamkan, adalah karena mereka melihat Nabi Muhammad saw dengan kacamata materi. Mereka hanya melihat Nabi saw sebagai makhluk biologis. Mereka lupa bahwa manusia memiliki dimensi yang jauh lebih tinggi dari sekadar dimensi biologis atau fisik. Bahkan dimensi rohani merupakan jati diri manusia yang sesungguhnya.

SESUNGGUHNYA dalam diri Rasulullah saw terdapat suri teladan yang baik bagi kamu (yaitu) bagi siapa yang mengharap (rahmat) Allah dan (kebahagiaan) hari akhir dan banyak menyebut Allah (QS. 33:21)

Journey of the Prophet Muhammad; Leaf from a copy of the Majma al-tawarikh (Compendium of Histories), ca. 1425; Timurid, Herat, Afghanistan Colors, silver, and gilt on brownish paper; 16 7/8 x 13 in. (42.8 x 33 cm) Cora Timken Burnett Collection of Persian Miniatures and Other Persian Art Objects, Bequest of Cora Timken Burnett, 1956 (57.51.9)

Kisah Perjalanan Nabi (saw) dalam lukisan (dibuat sekitar tahun 1425 M). Journey of the Prophet Muhammad; Leaf from a copy of the Majma al-tawarikh (Compendium of Histories), ca. 1425; Timurid, Herat, Afghanistan
Colors, silver, and gilt on brownish paper; 16 7/8 x 13 in. (42.8 x 33 cm)
Cora Timken Burnett Collection of Persian Miniatures and Other Persian Art Objects, Bequest of Cora Timken Burnett, 1956 (57.51.9)

 

Kedudukan Nabi dalam al-Quran

Terdapat puluhan ayat di dalam al-Quran yang memuja Nabi Muhammad saw, apakah dalam bentuk pujian langsung, seperti ayat yang menyatakan bahwa Nabi memiliki akhlak yang sangat luhur. Atau dalam bentuk penyebutan sifat-sifat terpuji yang dimiliki Nabi. Berikut beberapa contoh keagungan Rasulullah sebagaimana dalam al-Quran. Read the rest of this entry »

 
28 Comments

Posted by on 31/12/2013 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

Tags: , , , ,

4 Pesan Nabi Sebelum Tidur

Rasulullah SAAW berpesan kepada Siti Fatimah az-Zahra (as), putri tercintanya: “Hai Fatimah, jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu:

  1. Sebelum mengkhatamkan Al-Qur’an
  2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di Hari Akhir
  3. Sebelum para Muslim meridhaimu
  4. Sebelum kau laksanakan Haji dan Umrah”

Sang putri yang Sayyidatun Nisa I’ll ‘Alamin itu bertanya kepada ayahnya: “Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”

Terima kasih kepada Kang Abdi Ole Leho, yang mengijinkan saya membagi tulisan beliau di Facebook-nya ke dalam blog ini.

Rasul yang mulia tersenyum dan bersabda: “Sebelum engkau tidur (lakukan ini):

  1. Bacalah Surat Al-Ikhlas tiga kali, dengan begitu seakan-akan kau mengkhatamkan seluruh Al-Qur’an.” [Bismillaahir rahmaanir rahiim, Qulhuallaahu ahad' Allaahushshamad' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' (3x)]. Read the rest of this entry »
 

Tags: , , , , , ,

As-Sajjaad and Yazid

Yazid ordered the person who used to recite the Friday khutba to ascend the pulpit and to insult ‘Ali bin Abithalib and Ali’s son Al-Husain (‘a), which he did.

Al-Husain’s son, Ali Zainal Abidin — who’s honored by Muslims as Al-Sajjaad (‘a) — shouted at him saying, “You have traded the pleasure of the creature for the Wrath of the Creator, so take your place in the fire [of hell].”

“Should you on the pulpits publicly taunt him on demand, While through his sword did these very pulpits stand?!”

Part of Imam Ali Zainal Abidin's wise sentences

Part of Imam Ali Zainal Abidin’s sentences, explaining why he always cried on his father (Al-Husain)’s death.

Al-Sajjaad — who’s survived from the massacre in Karbala —  asked Yazid saying, “Do you permit me to ascend this pulpit to deliver a speech that will please Allah Almighty and that will bring good rewards for these folks?” Yazid refused, but people kept pleading to him to yield, yet he was still relentless.

His son, Mu’awiyah ibn Yazid, said to him, “Permit him; what harm can his words cause?” Yazid said, “These are people who have inherited knowledge and oratory and are spoon-fed with knowledge.” They kept pressuring him till he agreed. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 14/01/2013 in Diskusi Agama, English

 

Tags: , , , ,

Imam Ali – according to Christian Writers

Character of Imam Ali bin Abi Talib (as) according to famous Christian (and Muslims) writers and Historians

The name of Imam Ali bin Abi Talib (as) is synonymous with Islam; no episode of early Islam can be mentioned without his presence or participation in one way or another. He was brought up by Prophet Muhammad (saw) himself and was fully immersed in all moral and spiritual aspects of his teachings.

People gathered at Imam Ali bin Abithalib's shrine in Najf, Iraq (pict by: Christian Science Monitor)

People gathered at Imam Ali bin Abithalib’s shrine in Najf, Iraq (pict by: Christian Science Monitor)

It is quite apparent that Allah (SWT) had a plan in providing a gift to His last Prophet Muhammad (saw) on earth, in the magnificent form of Ali ibn Abu Talib (as). The unique qualities of head and heart and physique enabled Imam Ali bin Abi Talib (as) to lend support in implementing Prophet Muhammad’s (saw) Divine Mission. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 07/01/2013 in Diskusi Agama, English

 

Tags: , ,

Ketika Seorang Arab Menantang Nabi – revisited

Menarik untuk mengangkat tulisan ini lagi, sebab pada 2 Januari 2013 lalu diskusi soal ini (bersama mas Ulil Abshar Abdala dari Jaringan Islam Liberal) sempat ramai diperbincangkan para pengguna Twitter. Sehingga ada teman Tweep yang mendokumentasikannya di Chirpstory ini. [Awalnya tulisan ini dimuat blog ini pada 16 Jan 2012 lalu. Sekarang kita kunjungi lagi — revisit).
Peziarah di Masjid Imam Ali, Najaf, Irak

Peziarah di Masjid Imam Ali, Najaf, Irak

Alkisah seorang Arab menantang Nabi s.a.w. “Wahai Muhammad, engkau suruh kami untuk bersaksi bahwa tidak tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah. Kami menuruti perintahmu itu. Engkau suruh kami solat lima kali sehari dan kami taati. Engkau perintahkan kami berpuasa Ramadhan dan kami ikuti. Lalu engkau suruh kami pergi haji ke Mekah dan kami ikuti perintahmu,” katanya kepada Nabi.

Saya tak tahu seperti apa lelaki itu. Tetapi dalam bayangan saya kira-kira ia berwajah beringas. Rambutnya acak-acakan. Matanya merah seperti orang sedang ‘sakau’, dengan hidung mancung kayak burung kakak tua, dan berewok lebat bagaikan tetumbuhan bercampur parasit di dalam hutan sehabis dilanda angin puting beliung. Menyeramkan.

Lelaki itu melanjutkan.

Begini katanya: ” Tapi Engkau (wahai Muhammad) belum puas dengan semua itu… Kini Engkau angkat lengan sepupumu (Ali bin Abithalib, maksudnya), dan mengharuskan kami mengangkatnya sebagai pemimpin kami dengan mengatakan ‘Ali adalah pemimpin (mawla) bagi siapa saja yang menganggapmu sebagai pemimpinnya (mawla).’ Apakah ini perintah Allah atau dari dirimu saja?”

Lukisan wajah Ali bin Abithalib a.s.

Dengan penuh kelembutan Nabi ‘Sang Al-Mustafa’ Muhammad saw menjawab: “Demi Allah Yang Maha Esa! Ini datang dari Allah, Yang Maha Perkasa dan Maha Agung.”

Mendengar jawaban ini lelaki itu berbalik dan menuju untanya sambil berkata: “Ya Allah! Jika apa yang dikatakan Muhammad itu benar, maka jatuhkanlah batu dari langit dan biarlah aku mendapat siksa yang pedih.”

Belum sempat ia mencapai untanya, Allah menimpakan sebuah batu ke atas kepala orang itu, dan menembus badannya hingga ia mati seketika. Dusssszz…

Atas kejadian inilah Allah, Yang Maha Suci, menurunkan ayat berikut ini: “Seorang penanya meminta (bukti) tentang siksa yang bakal terjadi. Bagi orang-orang kafir (yang) tidak seorang pun dapat menolaknya, (yang datang) dari Allah, Yang memiliki tempat-tempat naik.” (Qur’an 70:1-3) Read the rest of this entry »

 
7 Comments

Posted by on 04/01/2013 in Diskusi Agama

 

Tags: , , , , , , , , ,

Doa Indah Awal Tahun Hijriah

Amalan singkat (Doa) Awal Tahun Hijriah

Sebaiknya diawali dengan basmalah dan solawat…

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

Ya Allah, Tuhan yang MahaDahulu, kini saatnya tahun baru. Kami memohon suaka-Mu dari kejahatan setan, dan mohon kekuatan untuk menahan ‘hawa nafsu’ yang menyeret kami kepada kejelekan, sibukkan kami dengan amal yang mendekatkan diri kami kepada-Mu. Wahai Zat yang Maha Pemurah dan Pemilik kemuliaan.

Al-ikhlas – salah satu surat terpenting dalam Al-Quran

Wahai Sandaran orang yang tidak memiliki sandaran,

Wahai Simpanan mereka yang tidak memiliki simpanan,

Wahai Pelindung orang yang tidak memiliki perlindungan,

Wahai Penolong mereka yang tidak punya penolong,

Duhai Pegangan orang yang tidak memiliki pegangan…

Wahai Permata mereka yang tidak punya harta…

… Doa ini dinukil dari cucu Nabi saw, Imam Ali Ridha as (Ali bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib as ) bahwa: kakek beliau, yakni Rasullullah saw, pada hari pertama bulan Muharam melakukan solat dua rakaat, dan membaca doa ini tiga (3) kali setelah solat.

Wahai Zat yang baik ujian-Nya, wahai Zat yang besar harapan-Nya, wahai Zat Pemulia orang-orang lemah, wahai Penyelamat mereka yang tenggelam, wahai Penyelamat orang-orang yang celaka…

Wahai Pemberi karunia, wahai Zat Yang Mahaindah (pencipta semua yang indah), Pemurah dan Baik. Bersujud kepada-Mu (sajalah) sang gelap malam, gemerlapnya siang, cahaya bulan, sinar matahari, gemericiknya air dan desahnya pepohonan. (Semua makhluk itu hanya menyembah Engkau.)

Ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu.

Ya Allah, jagalah kami dari prasangka (buruk) mereka, ampunilah kami dari apa-apa yang mereka tidak ketahui dan jangan siksa kami karena ucapan mereka. Cukuplah bagi kami Allah (saja) yang tiada tuhan selain Dia, kepada-Nya kami bertawakal; Dialah Tuhan Arsy yang agung, kami beriman kepada semua yang datang dari Tuhan kami. Tidaklah mengingat-Nya, kecuali orang-orang yang berakal (ulil albab).

Ya Allah, jangan sesatkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk. Anugrahkanlah rahmat-Mu kepada kami, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia)…

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ

اَللّـهُمَّ اَنْتَ الْإلَهُ الْقَديمُ وَهذِهِ سَنَةُ جَديدَةُ
فَاَسْئَلُكَ فيهَا الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطانِ وَالْقُوَّةَ عَلى
هذِهِ النَّفْسِ الاَْمّارَةِ بِالسّوءِ وَالاِْشْتِغالَ بِما
يُقَرِّبُنى اِلَيْكَ يا كَريمُ يا ذَا الْجَلالِ وَالاِْكْرامِ
يا عِمادَ مَنْ لا عِمادَ لَهُ يا ذَخيرَةَ مَنْ لا ذَخيرَةَ لَهُ يا
حِرْزَ مَنْ لا حِرْزَ لَهُ يا غِياثَ مَنْ لا غِياثَ لَهُ يا سَنَدَ
مَنْ لا سَنَدَ لَهُ يا كَنْزَ مَنْ لا كَنْزَ لَهُ يا حَسَنَ الْبَلاءِ
يا عَظيمِ الرَّجاءِ يا عِزَّ الضُّعَفآءِ يا مُنْقِذَ الْغَرْقى يا
مُنْجِىَ الْهَلْكى¤

يا مُنْعِمُ يا مُجْمِلُ يا مُفْضِلُ يا مُحْسِنُ اَنْتَ الَّذى سَجَدَ
لَكَ سَوادُ اللَّيْلِ وَنُورُ النَّهارِ وَضَوْءُ الْقَمَرِ وَشُعاعُ
الشَّمْسِ وَدَوِىُّ الْمآءِ وَحَفيفُ الشَّجَرِ يا اَللهُ لا شَريكَ
لَكَ¤

اَللّـهُمَّ اجْعَلْنا خَيْراً مِمّا يَظُنُّونَ وَاغْفِرْ لَنا ما لا
يَعْمَلُونَ وَلا تُؤاخِذْنا بِما يَقُولُونَ حِسْبِىَ اللهُ لا اِلـهَ
اِلاّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظيمِ
آمَنّا بِهِ كلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنا وَما يَذَّكَّرُ اِلاّ اُولُوا
الاَْلْبابِ¤

رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنا وَهَبْ لَنا مِنْ
لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهّابُ.

 
Leave a comment

Posted by on 15/11/2012 in Doa

 

Tags: , , , , ,

Siaplah Menangis untuk Doa ini (3 – habis)

Doa Kumail bagian 3 (habis).

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi…

Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Pemilik nyawaku (Penentu kebebasanku)! Wahai Dzat yang ditanganNya akhir nasibku (ubun-ubunku) ! Wahai yang mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku ! Wahai yang mengetahui kefakiran dan kepapaanku !

Ya Rabbi … Ya Rabbi … Ya Rabbi … Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 23/10/2012 in Doa

 

Tags: , , ,

Ternyata Syiah Sudah Lama Dibantai

Ternyata Syiah Sudah Lama Dibantai.

 
Leave a comment

Posted by on 01/09/2012 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

Tags: , , , , , , , ,

Zainal Abidin

On Ali bin Al-Husain or Zainal ‘Abidin (38-95 H):

The Prophet’s great grandson, `Ali ibn al-Husayn, is known as Zayn al-‘Abidin (`the adornment of the worshippers’). He composed “AL-SAHIFAT AL-SAJJADIYYA,” which has been cherished in Islamic sources from earliest times.

ALI BIN AL-HUSAIN

`Ali ibn al-Husain was born in Medina, according to most sources in the year 38 H (658-9 M). He may have been too small to have remembered his grandfather ‘Ali bin Abithalib, who was killed in 40/661, but he was brought up in the presence of his uncle Hasan and his father Husayn (Husain), the Prophet’s beloved grandchildren. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 10/08/2012 in Diskusi Agama, Doa, English

 

Tags: , , , , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,414 other followers