RSS

Category Archives: Diskusi Agama

Doa Baju Besi – 1000 Asma Allah

Dikatakan dalam buku Balad- Al-Amin dan dalam Misbah of Kafa’mi, bahwa cucu baginda Nabi SAW, Imam Ali Zainal Abidin, As-Sajjaad, (as) meriwayatkan bahwa kakek beliau, Rasulullah SAW mengatakan bahwa Doa ini diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril (as) kepada beliau SAW ketika berada dalam salah satu peperangan. Saat perang itu, Nabi SAW mengenakan baju pelindung ‘Jaushan‘, yakni semacam baju besi yang sangat berat. Jibril turun dan menyampaikan,

Wahai Muhammad, Allah menyampaikan salam-Nya kepadamu, dan Dia berkata agar engkau menanggalkan baju pelindung itu, dan menyampaikan doa ini sebagai pelindung bagimu dan bagi umatmu.”

Sekitar satu jam lamanya doa ini. Tapi percayalah, it’s worth it.

Selain video youtube, di bawah ada juga link kepada MP3 Doa ini.  

Tidak percuma mereka yang meluangkan waktu bermunajat dengan doa luar biasa ini. Sebuah doa yang penuh pelajaran tauhid, doa yang menyebut nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya ini sangat mustajab.

Berikut ini catatan lengkap doa tersebut:

Doa Jaushan Kabir

Doa Jaushan Kabir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Doa ini terdiri dari 100 bagian, masing-masing dengan 10 nama atau sifat Allah. Total di dalamnya kita akan menyebutkan nama-nama Tuhan sebanyak seribu kali. Dalam video youtube ini adalah bagian 51 – 60 Doa tersebut, dengan artinya dalam bahasa Inggris (silakan klik di sini).

Berikut di bawah sebagian doa-doa itu:

Jaushan Kabir - 55

Lihat catatan Doa ini dalam bahasa Inggris, dalam potongan masing-masing sepuluh bagian (klik di sini).

MP3: Dengarkan Doa ini dalam bentuk mp3: klik di sini.

Bagian dari Doa Jaushan Kabir

Bagian dari Doa Jaushan Kabir

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagian doa Jaushan Kabir 32-34:

 

 

Jaushan Kabir -32-34

Jaushan Kabir -32-34

 
Leave a comment

Posted by on 20/08/2014 in Diskusi Agama, Doa

 

Tags: , , ,

Jebakan Setan

Di negara kita, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang suka sekali dipanggil ‘Haji‘ (sampai ada sinetron yg menyindir soal itu). Seolah jika tidak dipanggil dengan gelaran itu, mereka yang sudah pernah haji merasa kurang dihargai. Malah, sejak pulang dari haji, banyak lelaki menambahkan gelar ‘H’ di depan namanya, atau ‘Hj‘ (Hajah) bagi wanita.

Ka'bah:  bukan mengejar gelar 'Haji'

Ka’bah: bukan mengejar gelar ‘Haji’

Para arif menguatirkan soal itu. Pasalnya, ibadah haji itu, sebagaimana ibadah lainnya, sejatinya hanya untuk Tuhan semata. Bukan mencari gelar, bukan untuk dilihat manusia. Kata kaum arif, bakti atau ibadah itu hanya untuk Allah semata, bukan demi gelar atau pujian dari makhluk-Nya. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 18/08/2014 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

Tags: , , , , ,

Rumah Kontrakan

Seorang sahabat heran melihat tempat tinggal Khalifah Ali bin Abithalib as yg sangat sederhana. Nyaris tidak ada perabotan di rumah itu. Terjadi percakapan singkat antara keduanya yg kira2 begini bunyinya:

“Mengapa tidak ada perkakas di rumah Anda, Wahai Amirul Mukminin? (Padahal wilayah kekuasaan khalifah saat itu sekitar 1/4 dunia, mulai sebagian Asia, Timur Tengah, hingga sebagian Afrika).

“Ada. Tapi tidak di sini. Aku menyiapkan perabotan untuk rumahku yang satu lagi,” begitu kira2 jawaban Sang khalifah ke-4 itu.

Dua jalan setelah kematian

Dua jalan setelah kematian

Seorang ustadz menjelaskan maksud pembicaraan itu, yakni bahwa yang disiapkan Imam Ali as adalah perkakas dan perlengkapan di rumah akhirat.

Kata Ustadz, “ibarat Anda mengontrak rumah selama 10 tahun, lalu Anda selalu merawat dan mempercantik rumah itu. Sementara sebenarnya Anda punya rumah di tempat lain yang sudah usang; lapuk, tak pernah Anda tengok.”

Lalu, Ustadz melanjutkan, “Tak terasa waktu kontrak yang 10 tahun habis; yang empunya rumah datang menyuruh Anda pergi. Tapi, betapa menyesalnya Anda ketika harus kembali ke ‘Rumah Asli’ milik Anda sendiri, yang terbengkalai karena tak pernah Anda urus.”

Itulah makna kematian, kata ustadz. Bagi yang tidak pernah menyiapkan rumahnya di ‘sana’, maka kematian sungguh menyeramkan. Tetapi sebaliknya, bagi yang menabung untuk Rumah Abadi-nya, maka kematian akan menjadi indah; bahkan dinanti-nantikan.

Mereka itu agaknya yang memahami makna sejati kalimat: “inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun.”

 

Tags:

HATI yang TENTERAM – 2

“Hai Ali, Islam itu telanjang. Pakaiannya adalah taqwa. Perhiasannya adalah rasa malu. Yang membaguskannya adalah sifat wara’. Manifestasinya ialah amal Shaleh. Asasnya adalah kecintaan kepadaku dan kepada keluargaku.”  Demikian itu bunyi salah sebuah hadis Nabi saw yang disampaikannya kepada Ali bin Abithalib as.

Jalaluddin Al-Suyuthi, dalam Tafsir Al-Durr Al-Mantsur,mengutip Ayat 23 Surat Al-Syura yg berbunyi:

“Katakanlah (Wahai Muhammad) Aku tidak meminta sesuatu upahpun kepadamu atas da’wahku, kecuali kecintaan kepada keluarga (ku)”. Suyuthi juga mengutip Surat Al-Ra’d ayat 28 yang berbunyi, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan dzikir kepada Allah; Ingatlah, hanya dengan dzikir kepada Allah, hati menjadi tenteram.”

wpid-201407270847.png

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 10/08/2014 in Diskusi Agama

 

Tags: , , , , , ,

MENCINTAI atau DICINTAI

Pada umunnya orang merasa sudah cinta kepada Allah. Tapi menurut seorang Ustadz, jangan keburu bangga jika kita mencintai Allah. Sebab cinta itu fitrah; sebuah keniscayaan bila orang cinta pada yang indah, yang cantik, yang sempurna. Masalahnya, apakah kita dicintai Allah?

Foto surat yang dikirim Nabi Muhammad saw -- tersimpan di musium Topkapi, Turki

Foto surat yang dikirim Nabi Muhammad saw — tersimpan di musium Topkapi, Turki

Kata sang ustadz, “Cintai Tuhan sampai Dia mencintai kita.”  Tapi, bagaimana caranya, Pak Ustadz?

Tanda Allah cintai kita adalah apabila kita mengikuti Nabi saw. Berdasarkan ayat Qur’an, Nabi SAW diminta menyampaikan kepada umatnya, “Katakan (Wahai Nabi), jika kalian mencintai Allah, maka ikuti (keteladan)-ku; (agar) kelak Allah akan mencintai kalian. Qul in kuntum tuhibuunallah fattabi’uuni yuhbibkumullah’.  Artinya, setelah mengikuti Nabi saw barulah kita bisa memperoleh cinta Allah.  Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 06/08/2014 in Diskusi Agama

 

Why Britain Gave Palestine to the Jewish?

“What right did Britain have to grant you (the Jews) somebody else’s country (Palestine)?,” asked George Galloway in this radio interview to a Jewish listener from London.  [ Apa hak Inggris kok dulu memberikan tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi? Selanjutnya lihat di bawah }.
George Galloway (Picture: The Telegraph)

George Galloway (Picture: The Telegraph)

The Palestine had Jews lived side by side with Moslems and Christians for centuries. But things changed after 1917. In that year the Brits — under the Balfour Declaration — offered the land of Palestine to the group of Atheistic Zionist Jews who only represented a tiny proportion of the world Jews. Thus, it happened before the holocaust. 
Worth listening.

 

Dari mana asalnya, Inggris kok memberikan tanah Palestina kepada kaum Yahudi (terkait Deklarasi Balfour, 1917, sebelum terjadinya holocaust)? Apa hak Inggris memberikan tanah orang kepada pihak ketiga?

Wawancara yang sangat menarik antara penyiar George Galloway (mantan anggota parlemen Inggris yang sangat dikenal pro-Palestina) dengan seorang Yahudi dari London.

 

 

Baca juga kritiknya terhadap negara-negara kaya Arab, yang menurut Galloway hanya menerapkan ‘jihad’ secara sepihak di Syria (klik di sini).

Setelah itu, saksikan juga interview dengan Noam Chomsky di video ini. Sangat menarik bagaimana Chomsky secara blak-blakan mematahkan berbagai pendapat sang pewawancara mengenai politik internasional yang berkaitan dengan AS, Israel dan perkara terorisme.

 

George Galloway has also criticized opponents of the Syrian regime for not “lifting a finger for jihad” by challenging rulers in other countries including Saudi Arabia. See The Telegraph (click here).
But, when we talk on Palestine and Israel, we may also want to watch the interview with Noam Chomsky in this video

 

 

Upah kepada Nabi saw

Suatu ketika Aqil bin Abithalib, kakak Sayidina Ali (as) yang sangat miskin datang kepada Ali. Aqil bermaksud meminta sedikit harta dari Baitul Mal, kas negara. Alih-alih memberikannya, Ali mengancam hendak menyundutkan (menempelkan) besi panas ke tubuh Aqil, seraya berkata, “Lebih baik panas ini mengenai kita daripada panas api neraka.”

Sudahkah kita berikan upah Rasulullah saw?

Begitu menulis nukilan kisah di atas, kadang orang sudah langsung menuding bahwa, penulis cerita singkat berkenaan dengan Khalifah Ali itu adalah orang Syiah. Seringkali karena menyebut Ali, isteri beliau Fatimah (yang adalah puteri Nabi saw), dan kedua putra mereka (cucu Nabi), Hasan & Husain: langsung tuduhan Syiah menempel di dahi kita.

Aneh, seolah bahwa Imam Ali bin Abithalib dan , sebagai salah satu anggota keluarga (Ahlul Bait) Nabi saw, hanya milik orang Syiah. Itu rupanya gara-gara ‘kampanye hitam’ pihak tertentu.

Tulisan seni kaligrafi 'Ali bin Abithalib': sang Singa Allah

Tulisan seni kaligrafi ‘Ali bin Abithalib': sang Singa Allah

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,415 other followers