RSS

Category Archives: Diskusi Agama

Doa-doa Ahli Sujud 1

Adakah doa seindah yang di bawah ini? Bila Anda mencermati kandungan munajat Imam Ali Zainal Abidin (as) yang digelari As-Sajjaad (ahli sujud) ini, yakin sekali Anda akan berdecak kagum berkali-kali.

Cucu Nabi saw dari putrinya (Siti Fatimah az-Zahra as dan Imam Ali bin Abithalib as) ini dikenal dengan sekumpulan doa yang luar biasa dan dikompilasikan dalam buku ‘Sahifah As-Sajjadiyah‘.

Berikut adalah kutipan doa beliau yang kita muat dalam tiga (3) bagian secara bersambung.

 

Ya Allah sampaikan solawat kepada Muhammad dan keluarganya…

  • Sampaikan imanku pada iman yang paling sempurna, jadikan keyakinanku keyakinan yang paling utama, angkatlah niatku ke niat yang paling paripurna, angkat juga amalku ke amal yang paling sempurna;
  • Ya Allah, sempurnakan dengan anugerah-Mu niatku, luruskan dengan apa yang ada di sisi-Mu keyakinanku, perbaikilah dengan kekuasan-Mu apa yang rusak dalam diriku;
  • Lepaskan aku dari urusan yang mengalihkan perhatianku, sibukkan kami dengan apa yang (dijanjikan) pada hari akhirat, saat ketika Engkau tuntut pertanggung-jawaban kami; Penuhi hari-hari kami dengan ibadah (yang menjadi tujuan penciptaan-Mu); cukupkan kami, dan perluas bagi kami rezeki-Mu, janganlah mencoba kami dengan kepongahan, muliakan kami; Read the rest of this entry »
 
Leave a comment

Posted by on 19/10/2014 in Diskusi Agama, Doa

 

Tags:

Pujian pada Bani Zahra’

Kecintaan kepada Nabi SAW dan keluarganya yang disucikan Allah perlu terus dikembangkan. Umat Muhammad SAW biasanya melakukan hal itu melalui bacaan Solawat kepada Nabi SAW dan keluarganya, dan dengan membaca sejarah beliau, atau kitab Maulid serta qasidah yang berisi pujian (madah) kepada orang-orang tersuci sepanjang sejarah itu.

Siti Fatimah al-Bathul 'alaiha-as-salaam; jantung hati Nabi saw.

Siti Fatimah al-Bathul ‘alaiha-as-salaam; jantung hati Nabi saw.

Berikut ini sebuah video pujian (madah) kepada Nabi SAW dan keluarganya, yang dinamakan Bani Zahra’ (anak-cucu Siti Fatimah Az-Zahra as, putri Nabi SAW), yang dilantunkan seorang ulama Mesir. Indah sekali bacaannya, mengingatkan kita pada gaya almarhum Ustadz Jeffry Al-Bukhari (UJE) dulu:

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 08/09/2014 in Diskusi Agama, Doa

 

Tags: , , , , ,

Habib yang Mengabdi pada Orang Lain

Ini adalah kisah tentang Habib Husain Jombang, Jawa Timur, seorang yang gemar mengabdi pada orang lain.

Dikenal  sebagai salah seorang wali pada jamannya, adik Habib Alwi Al-Haddad (Bogor) ini sangat saleh, dan luar biasa tawadhu‘ (humble). Almarhum dikenal Kasyaf (Mukashafah), yakni punya semacam ilmu ‘clairvoyance‘, bisa melihat di balik yang tidak tampak oleh mata. Kakak beliau, Habib Alwi, juga tenar dengan kesalehan dan ilmunya.

Habib Husain bin Muhammad bin Tohir Al-Haddad: tawadhu'

Habib Husain bin Muhammad bin Tohir Al-Haddad: tawadhu’

Suatu ketika serombongan jamaah dari Bondowoso berkunjung ke tempat beliau di Jombang. Semobil penuh lelaki berpakaian ala ulama dan santri datang ke situ. Mereka mengenakan sarung, baju taqwa (koko) dengan kopiah putih atau serban.

Kota Jombang dikenal sebagai salah satu kota santri. Mereka datang dari berbagai pelosok Indonesia. Di kota kabupaten ini setidaknya ada dua pondok pesantren ternama, yaitu Pondok Pesantren Darul Ulum yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah, dan Pesantren Tebuireng. Tebuireng itu didirikan KH.Hasjim Asy’ari, kakek Gus Dur.
Sopir rombongan itu seorang biasa, berpakaian paling ‘tidak layak’ dibanding para penumpang itu. Ia seorang lelaki sederhana yang biasa bekerja serabutan, dan kadang menjadi sopir untuk siapa saja, termasuk para pedagang di pasar, dan sebagainya. Ketika sampai di rumah Habib Husain, sopir tadi tidak ikut turun,  karena malu atau minder.

Setelah beberapa saat bicara dengan para tetamu ‘terhormat’ itu, Habib bilang,  “itu yang masih di mobil suruh masuk.” Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , ,

Hadis dan Mutiara Kata

Beberapa hadis dan mutiara kata.wpid-201407270847.pngwpid-201405022244.pngwpid-img-20140324-wa0025.jpgtextgram_1381672708
201408180025 IMG-20140602-WA0025 IMG-20140818-WA0001 IMG-20140619-WA0021

 

Doa Baju Besi – 1000 Asma Allah

Dikatakan dalam buku Balad- Al-Amin dan dalam Misbah of Kafa’mi, bahwa cucu baginda Nabi SAW, Imam Ali Zainal Abidin, As-Sajjaad, (as) meriwayatkan bahwa kakek beliau, Rasulullah SAW mengatakan bahwa Doa ini diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril (as) kepada beliau SAW ketika berada dalam salah satu peperangan. Saat perang itu, Nabi SAW mengenakan baju pelindung ‘Jaushan‘, yakni semacam baju besi yang sangat berat. Jibril turun dan menyampaikan,

Wahai Muhammad, Allah menyampaikan salam-Nya kepadamu, dan Dia berkata agar engkau menanggalkan baju pelindung itu, dan menyampaikan doa ini sebagai pelindung bagimu dan bagi umatmu.”

Sekitar satu jam lamanya doa ini. Tapi percayalah, it’s worth it.

Selain video youtube, di bawah ada juga link kepada MP3 Doa ini.  

Tidak percuma mereka yang meluangkan waktu bermunajat dengan doa luar biasa ini. Sebuah doa yang penuh pelajaran tauhid, doa yang menyebut nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya ini sangat mustajab.

Berikut ini catatan lengkap doa tersebut:

Doa Jaushan Kabir

Doa Jaushan Kabir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Doa ini terdiri dari 100 bagian, masing-masing dengan 10 nama atau sifat Allah. Total di dalamnya kita akan menyebutkan nama-nama Tuhan sebanyak seribu kali. Dalam video youtube ini adalah bagian 51 – 60 Doa tersebut, dengan artinya dalam bahasa Inggris (silakan klik di sini).

Berikut di bawah sebagian doa-doa itu:

Jaushan Kabir - 55

Lihat catatan Doa ini dalam bahasa Inggris, dalam potongan masing-masing sepuluh bagian (klik di sini).

MP3: Dengarkan Doa ini dalam bentuk mp3: klik di sini.

Bagian dari Doa Jaushan Kabir

Bagian dari Doa Jaushan Kabir

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagian doa Jaushan Kabir 32-34:

 

 

Jaushan Kabir -32-34

Jaushan Kabir -32-34

 
Leave a comment

Posted by on 20/08/2014 in Diskusi Agama, Doa

 

Tags: , , ,

Jebakan Setan

Di negara kita, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang suka sekali dipanggil ‘Haji‘ (sampai ada sinetron yg menyindir soal itu). Seolah jika tidak dipanggil dengan gelaran itu, mereka yang sudah pernah haji merasa kurang dihargai. Malah, sejak pulang dari haji, banyak lelaki menambahkan gelar ‘H’ di depan namanya, atau ‘Hj‘ (Hajah) bagi wanita.

Ka'bah:  bukan mengejar gelar 'Haji'

Ka’bah: bukan mengejar gelar ‘Haji’

Para arif menguatirkan soal itu. Pasalnya, ibadah haji itu, sebagaimana ibadah lainnya, sejatinya hanya untuk Tuhan semata. Bukan mencari gelar, bukan untuk dilihat manusia. Kata kaum arif, bakti atau ibadah itu hanya untuk Allah semata, bukan demi gelar atau pujian dari makhluk-Nya. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on 18/08/2014 in Diskusi Agama, Pemikiran

 

Tags: , , , , ,

Rumah Kontrakan

Seorang sahabat heran melihat tempat tinggal Khalifah Ali bin Abithalib as yg sangat sederhana. Nyaris tidak ada perabotan di rumah itu. Terjadi percakapan singkat antara keduanya yg kira2 begini bunyinya:

“Mengapa tidak ada perkakas di rumah Anda, Wahai Amirul Mukminin? (Padahal wilayah kekuasaan khalifah saat itu sekitar 1/4 dunia, mulai sebagian Asia, Timur Tengah, hingga sebagian Afrika).

“Ada. Tapi tidak di sini. Aku menyiapkan perabotan untuk rumahku yang satu lagi,” begitu kira2 jawaban Sang khalifah ke-4 itu.

Dua jalan setelah kematian

Dua jalan setelah kematian

Seorang ustadz menjelaskan maksud pembicaraan itu, yakni bahwa yang disiapkan Imam Ali as adalah perkakas dan perlengkapan di rumah akhirat.

Kata Ustadz, “ibarat Anda mengontrak rumah selama 10 tahun, lalu Anda selalu merawat dan mempercantik rumah itu. Sementara sebenarnya Anda punya rumah di tempat lain yang sudah usang; lapuk, tak pernah Anda tengok.”

Lalu, Ustadz melanjutkan, “Tak terasa waktu kontrak yang 10 tahun habis; yang empunya rumah datang menyuruh Anda pergi. Tapi, betapa menyesalnya Anda ketika harus kembali ke ‘Rumah Asli’ milik Anda sendiri, yang terbengkalai karena tak pernah Anda urus.”

Itulah makna kematian, kata ustadz. Bagi yang tidak pernah menyiapkan rumahnya di ‘sana’, maka kematian sungguh menyeramkan. Tetapi sebaliknya, bagi yang menabung untuk Rumah Abadi-nya, maka kematian akan menjadi indah; bahkan dinanti-nantikan.

Mereka itu agaknya yang memahami makna sejati kalimat: “inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun.”

 

Tags:

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,504 other followers