RSS

Category Archives: Diskusi Agama

10 Pesan agar Jalani Hari dengan Semangat

Kemarin ini baca sebuah tulisan salah satu PIN di Pinterest. Isinya singkat tapi menarik: 10 saran singkat tapi jitu.

 

  1. Bangunlah pagi-pagi.
  2. Bersyukurlah (kepada Tuhan) tentang segala yang telah Anda miliki.
  3. Lakukan sesuatu yang produktif, yang tidak sia-sia.
  4. Lakukan sesuatu yang ‘fun‘, menggembirakan, asyik, tapi bukan bermaksiat.
  5. Berbuatlah sesuatu untuk orang lain — membantu, memberi, mengantar orang, dan sebagainya.
  6. Cari sinar Matahari.
  7. Berolahragalah, bergerak; tidak peduli apa pun, yang penting berolahragalah.
  8. Buat seseorang tersenyum, bikin orang yang Anda temui senang sehingga ia tersenyum.
  9. Tunjukkan (sikap) terimakasih pada (atau pujilah) kebaikan seseorang.
  10. Belajarlah, atau lakukan, sesuatu yang baru.

Sementara itu, sebagaimana dapat dilihat pada sticker di bawah, Nabi Muhammad saw juga memberikan nasihat yang amat berguna bagi manusia. Di antaranya: bersabarlah, kunjungi yang sakit, bersikaplah penuh maaf, selalu bersih dan rapi, senyumlah, hormati orang yang lebih tua, cintai tetangga, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, beri makan orang miskin dan lapar, berkatalah yang baik atau diam, dan cintai saudaramu.

Beberapa butir nasihat Nabi saw agar hidup nyaman, dan penuh makna.

Beberapa butir nasihat Nabi saw agar hidup nyaman, dan penuh makna.

 

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , ,

Inilah 30 Bulan Pertama Terpenting dalam Hidup

Hak anak, antara lain, adalah mendapatkan nutrisi yang baik sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Saat ini, sekitar sembilan (9) juta anak balita di Indonesia menderita ‘stunting‘, yakni kondisi ketika tinggi badan mereka di bawah ideal. Misal, saat anak usia empat tahun seharusnya tinggi badannya 120 cm, umpamanya, tapi karena ia stunted (menderita stunting), maka tingginya hanya 90 cm. Banyak di antara anak-anak (balita) itu sulit belajar dengan baik di sekolah, sebab otak mereka juga kurang berkembang, sebagaimana tinggi badan mereka.

Anak-anak di Pulau Sumba NTT  (Foto Unicef): Pentingnya 1000 Hari Pertama

Anak-anak di Pulau Sumba NTT: Pentingnya 1000 Hari Pertama. [Foto: Unicef Indonesia]

Bukan hanya itu. Repotnya, anak-anak yang kurang memperoleh gizi yang baik ketika berusia di bawah dua tahun itu juga rentan pada penyakit. Bila teman mereka, sesama balita, mudah sembuh dari sakit yang menyerangnya, anak-anak dengan stunting itu sulit sembuh, karena imunitas tubuhnya juga lemah. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , , ,

4 Kunci Hidup Tenang

Tulisan singkat ini awalnya ditayangkan pada 14 Mei 2012 lalu. Berhubung belakangan terjadi diskusi mengenai hal ini, berikut sekali lagi kita tayangkan-ulang, dengan sedikit perbaikan di dalamnya.

Imam Ja’far As-Shadiq (as) ditanya muridnya,”dengan apa Engkau bangun pondasi urusanmu?”.  Cucu Nabi saw yang merupakan guru Imam Mazhab Hanafi dan Imam Maliki itu pun menjawab,“Dengan empat hal.”

4 Pondasi Hidup Tenang.

4 Pondasi Hidup Tenang.

1. Aku tahu bahwa amal-amalku tidak ada yang dapat melakukannya kecuali diriku sendiri; oleh karena itu aku bersungguh-sungguh (melaksanakan amal-amal itu).

2. Aku tahu bahwa Allah SWT selalu memonitor diriku, oleh karenanya aku selalu ‘malu’ (berhati-hati, agar tidak sampai berbuat maksiat).

3. Aku tahu bahwa rizkiku tak mungkin diambil orang lain (salah alamat), maka aku bertuma’ninah (tenang, tidak kuatir, setelah berusaha).

4. Dan aku tahu bahwa akhir segala urusanku adalah ‘maut’, oleh karena itu aku selalu menyiapkan diri (untuk menyambut kematian itu).

قِيلَ لِلصَّادِقِ عليه السلام:

عَلَى مَاذَا بَنَيْتَ أَمْرَكَ؟ فَقَالَ عليه السلام: عَلَى أَرْبَعَةِ أَشْيَاءَ؛ عَلِمْتُ أَنَّ عَمَلِي لَا يَعْمَلُهُ غَيْرِي فَاجْتَهَدْتُ وَ عَلِمْتُ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ مُطَّلِعٌ عَلَيَّ فَاسْتَحْيَيْتُ وَ عَلِمْتُ أَنَّ رِزْقِي لَا يَأْكُلُهُ غَيْرِي فَاطْمَأْنَنْتُ وَ عَلِمْتُ أَنَّ آخِرَ أَمْرِي الْمَوْتُ فَاسْتَعْدَدْتُ.[*]

Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Muhammad bin Alwi Binsyechbubakar menerangkan hal itu. Lalu beliau menunjukkan empat ayat Qur’an yang menjadi rujukan terkait dengan semua yang di atas itu.

Untuk butir pertama, katanya, Ayat Qur’an yang menjelaskan hal itu adalah: “Dan manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (Q.S. An-Najm 39) – وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

Sedang untuk ketiga pondasi berikutnya, ini ayat-ayat Al-Qur’an yang jadi referensinya:

  • “Sesungguhnya Allah selalu Mengawasimu.” (Q.S. An-Nisa: 1). إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
  • “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya Dijamin Allah rezekinya.”
    (Q.S. Huud 6); وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا
  • “Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian.” (Q.S. Ali Imran 185); كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ.
 
2 Comments

Posted by on 06/08/2015 in Diskusi Agama

 

Flow – Bahagia Saat Lebaran

Terkait dengan Lebaran saat ini, yang jatuh pada Jumat 17Juli 2015, tulisan ini sengaja ditayangkan ulang. Selamat Hari Raya Iedul Fitri. Semoga kita bisa menjadi suci kembali, bagaikan bayi yang baru lahir.

 

Lebaran ini berjuta orang gembira. Bukan saja karena bisa berkumpul dengan keluarga, melainkan karena merasa telah berhasil mengendalikan dirinya selama puasa Ramadhan kemarin.

Lebaran ini berjuta orang merasa bahagia. Dalam psikologi positif, keadaan ketika di dalamnya orang merasakan kebahagiaan disebut sebagai “flow”. Menurut tokoh psikologi positif Mihaly Csikszentmihalyi, flow adalah suatu keadaan pikiran yang di dalamnya kesadaran manusia berada dalam keadaan teratur dan selaras. Dan itu dapat dicapai lewat ‘pengendalian diri’ dan ‘pengendalian hidup’.

Mihaly Csikszentmihalyi:  Konseptor Flow

Mihaly Csikszentmihalyi: Konseptor Flow

Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , ,

Imam yang Syahid di Mihrab

Tulisan seni kaligrafi 'Ali bin Abithalib': sang Singa Allah

Tulisan seni kaligrafi ‘Ali bin Abithalib’: sang Singa Allah

Mirip Nabi saw, akhlak Imam Ali bin Abithalib (as) sungguh luhur. Saat itu kepalanya baru saja ditebas pedang. Racun di badanya mulai menjalar. Ketika diberi semangkuk susu untuk menetralkan racun di tubuhnya, Imam hanya meminum setengahnya. Ia menyisakan separuhnya lagi untuk seseorang. “Berikan susu ini kepada orang asing yang ada di penjara. Perutnya kosong,” katanya.  Seseorang bertanya, “Siapa orang asing di penjara itu, wahai Imam?” Beliau menjawab, “Orang yang telah berusaha membunuhku,Ibnu Muljam.”

Mari mengenang sejarah sahabat Nabi saw. Sesungguhnya dari sekian banyak sahabat Nabi saw, yang paling banyak kita kenal adalah empat sahabat besar, yakni Abubakar ra, Umar ra, Usman ra dan Ali ra – yang keempatnya kemudian popular sebagai Khulafa’-ur- Rasyidin.

Dari ke-4 sahabat besar itu, dua yang terakhir ternyata wafat terbunuh. Khalifah Usman  ra (memerintah mulai tahun 644 sd 656 M) dibunuh di rumahnya, di Madinah, oleh pemberontak dan pengacau, setelah sebelumnya dikepung selama 40 hari.

Usman, yang dikenal sebagai saudagar kaya yang dermawan (dan menurut sebagian sejarawan pernah menikahi dua putri Nabi saw) itu syahid pada hari Jumat 18 Dzulhijjah 35 H (656 M). Dampak peristiwa terbunuhnya Usman itu kemudian berjalan cukup pelik; terjadi fitnah di sana-sini.

Setelah Usman meninggal, pengganti beliau adalah Ali (ra). Ali yang sepupu dan sekaligus menantu Nabi saw  itu juga dibunuh saat melaksanakan solat subuh di masjid Kufah, Irak.

Berhubung tragedi pembunuhan Imam Ali berlangsung pada 10 hari-hari terakhir bulan Ramadhan ini, maka layak kiranya kita simak kisahnya berikut ini:

Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , , , ,

Nih Dia: 60 Hadis Keutamaan Ahlul Bait (Bag. 3)

Sambungan dari 60 Keutamaan Ahlul Bait – bag. 2.

HADITS 41
Al-Khatib dalam tarikhnya meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata : Rasulullah Saww bersabda : “Syafa’atku bagi umatku yakni untuk orang yang mencintai Ahlul Baytku”.

Bagaikan Perahu - Ahlul Bair Nabi saw

Bagaikan Perahu – Ahlul Bair Nabi saw

HADITS 42
At-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Pertama orang yang akan aku beri syafa’at dari kalangan umatku adalah Ahlul Baytku”.

HADITS 43

  • At-Thabrani meriwayatkan dari Al- Muthalib bin ‘Abdullah bin Hanthab dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah Saww berpidato dihadapan kami di Juhfah, beliau bersabda : “Bukankah diriku ini lebih utama (berhak) untuk memimpin kamu daripada dirimu sendiri?
  • Jawab mereka : Benar Ya Rasulullah.
  • Lalu beliau melanjutkan : kalau begitu aku akan meminta pertanggungan jawabmu tentang 2 hal ; Al Qu’an dan ‘Ithrah-ku”.

HADITS 44
Al-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Ra, ia berkata : Rasulullah Saww bersabda : “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba Allah pada Hari Kiamat sebelum ia ditanya (dan menjawab) empat (4) pertanyaan ; tentang usianya, untuk apa ia menghabiskannya, tentang tubuhnya, bagaimana ia telah menggunakan tenaganya, tentang hartanya, untuk apa dibelanjakan dan dari mana ia mendapatkannya, serta tentang kecintaannya kepada kami, Ahlul Bayt “.

HADITS 45
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Saww bersabda : “Orang pertama yang mendatangiku di Al- Haudh adalah Ahlul Baytku “.

HADITS 46
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Didiklah putra-putramu atas 3 perkara ; kecintaan kepada Nabimu, kecintaan kepada Ahlul Baytnya dan (kecintaan) membaca Al Qu’an. Sesungguhnya pengemban Al Qur’an berada dibawah naungan Allah SWT pada hari dimana tiada naungan kecuali naungan-Nya bersama para Nabi dan para washi’ (orang-orang pilihan) nya “.

HADITS 47
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Paling teguhnya kamu di atas shirath (jembatan akhirat) adalah orang yang paling gigih kecintaannya kepada Ahlul Baytku dan shahabat-shahabatku “.

HADITS 48
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “4 golongan, akulah pemberi syafa’at bagi mereka di hari kiamat, yaitu ; orang yang menghormati dzurriyat (keturunan)ku, orang yang membantu menutupi kebutuhan mereka, membantu mereka dalam urusan-urusan mereka ketika mereka sangat membutuhkan dan orang yang mencintai mereka dengan hatinya ( yang tulus ) dan dengan kata-katanya “.

HADITS 49
Ad-Dailami meriwayatkan dari Abu Sa’id Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda :
“Keras kemurkaan Allah terhadap orang yang menggangguku dengan mengganggu ‘Ithrahku “.

HADITS 50
Ad-Dailami meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda :
“Sesungguhnya Allah SWT membenci orang yang makan di atas kekenyangannya, orang yang lalai melaksanakan keta’atan kepada Tuhannya, orang yang mencampakkan sunnah Nabinya, orang yang meremehkan dzimmah ( tanggung jawab )nya, orang yang membenci ‘ithrah Nabinya dan mengganggu tetangganya “.

HADITS 51
Ad-Dailami meriwayatkan dari Abu Sa’id Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Ahlul Baytku dan orang-orang Anshor adalah orang-orang kepercayaanku dan pengemban rahasia ilmuku, Maka terimalah yang baik dari mereka dan ma’afkanlah yang salah dari mereka “.

HADITS 52
Abu Nu’aim meriwayatkan dalam Al- Hilya dari ‘Utsman bin ‘Affan Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Siapa yang memberikan kepada salah seorang dari keturunan ‘Abdul Muthalib suatu ( hadiah ) kebaikan lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya maka Akulah yang akan membalasnya kelak di hari kiamat “.

HADITS 53
Al-Khatib meriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda :
“Barangsiapa berbuat kebaikan kepada salah seorang dari keturunan ‘Abdul Muthallib lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya di dunia, maka Akulah yang akan membalas kebaikan itu jika ia berjumpa denganku “.

Buku tentang Usman bin Affan ra

Buku tentang Usman bin Affan ra

HADITS 54
Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Siapa yang memberikan jasa kepada salah seorang dari Ahlul Baytku, maka Akulah yang akan membalasnya pada hari kiamat “.

HADITS 55
Al-Bawardi meriwayatkan dari Abu Sa’id Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Aku akan tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan yaitu kitabullah, ia adalah suatu sebab yang satu ujungnya ditangan Allah SWT dan ujung yang lain pada tanganmu dan ‘ithrah ahlul baytku, dan sesungguhnya keduanya tidak akan berpisah, sampai bersama-sama mengunjungiku di telaga Al- Haudh “.

HADITS 56
Imam Ahmad dan At-Thabrani meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Kutinggalkan padamu kedua penggantiku Kitabullah, tali penghubung yang terbentang antara langit dan bumi dan ‘Ithrahku Ahlul Baytku. Sungguh keduanya takkan berpisah sehingga berjumpa denganku di telaga Al Haudh”.

HADITS 57
At-Turmudzi, Al-Hakim dan Al- Baihaqi dalam Syu’abul Iman meriwayatkan dari ‘Aisyah Ra dari Nabi Saww :
“Ada enam (6) kelompok yang dilaknat oleh Allah SWT, olehku dan oleh semua Nabi yang doanya dikabulkan, mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang berkuasa dengan kekerasan lalu memuliakan orang yang dihinakan oleh Allah SWT dan menghinakan orang yang dimuliakan oleh Allah SWT, orang yang menghalalkan (sesuatu) yang diharamkan oleh Allah SWT, orang yang memperlakukan ‘ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan oleh Allah SWT dan orang yang meninggalkan sunnahku “.

HADITS 58
Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam Al-Ifrad dan Al Khatib dalam Al-Mutaffaq dari ‘Ali Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda: “Tujuh (7) kelompok yang dilaknat Allah SWT dan dilaknat oleh setiap Nabi yang doanya dikabulkan, mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang menolak sunnahku dan mengambil yang bid’ah, orang yang memperlakukan ‘ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan Allah SWT, orang yang berkuasa dengan kekerasan atas umatku lalu memuliakan yang dihinakan Allah SWT dan menghinakan yang dimuliakan Allah SWT dan orang yang murtad dengan melarikan diri ke dusun-dusun setelah hijrah ( sebagai ‘Arab baduwi ) “.

HADITS 59
Al-Hakim meriwayatkan dalam tarikhnya dan Ad-Dailami dari Abu Sa’id Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Tiga hal, yang barangsiapa memeliharanya maka Allah SWT akan memelihara agamanya dan siapa yang menyia-nyiakannya maka Allah SWT tidak akan memelihara apapun baginya, yaitu ; kehormatan Islam, kehormatanku dan kehormatan keluargaku”.

HADITS 60
Ad-Dailami meriwayatkan dari ‘Ali Kwh, ia berkata bahwa Rasulullah Saww bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah orang-orang ‘Arab, sebaik-baik orang ‘Arab adalah suku Quraisy dan sebaik-baik suku Quraisy adalah Bani Hasyim “. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , , , , , ,

60 Hadis Keutamaan Ahlul Bait Nabi saw – bag. 1

60 Hadits Keutamaan Ahlul Bayt, dari karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi
Allah berfirman : ” Sesungguhnya telah datang seorang Rasul dari kaum ( golongan )-kalian sendiri, berat serasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagi kalian, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang Mu’min (QS.9:128)”. Dan firman Allah : “Boleh jadi kamu (Muhammad Saww) akan menyengsarakan dirimu sendiri karena mereka tidak beriman (QS.26:3).
Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

Lukisan Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril

Apa dan Siapa Ahlul Bait ?

Frasa “Ahlul Bait” dari segi bahasa adalah ‘Al Qorib wal ‘Asyirah‘ yaitu keluarga terdekat. Dalam istilah bahasa Inggris, selain kata family, ia sering diterjemahkan dengan house-hold.

Pengertian Ahlul Bait (atau Ahlul Bayt) Nabi secara umum adalah seluruh keluarga dekat beliau, termasuk paman, bibi, anak, anak paman dan bibi serta anak cucu beliau. Pengertian itu telah dipergunakan oleh orang-orang sejak awal sejarah Islam hingga sekarang. Pengertian frasa ‘Ahlul Bayt’ bisa memiliki  beberapa pengertian yang berbeda, tergantung dari sudut mana kita melihatnya.

Sedangkan pengertian Ahlul Bayt secara sya’riat adalah  Sayidina Ali (kwh), Siti Fatimah (ra), dan kedua putra Fatimah, Al- Hasan (ra) dan Al-Husain ra. Pembatasan pengertian hanya kepada mereka itu, didasarkan pada dalil-dalil kontekstual yang cukup tegas dan jelas, di antaranya ayat At- Tathir yang berbunyi:

“Sesungguhnya Allah (SWT) berkehendak untuk menghilangkan kotoran dari kalian Wahai Ahlul Bayt dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.” [Qur’an Surat.33:33].

Landasannya :

  1. Hadits Riwayat At-Turmudzi dari Sa’ad bin Abi Waqqas (ra): “Ketika turun ayat (QS.33:33) ” Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita-wanita kami dan wanita-wanita kamu dan diri kami dan diri kamu.. “Rasulullah Saww menanggil ‘Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan dan Husein kemudian beliau bersabda : “Ya Allah, merekalah Ahlul Baytku (keluargaku) “.
  2. Hadits riwayat At-Turmudzi dari Ummu Salamah (ra): “Ayat At Tathir (QS.33:33), turun untuk Rasulullah Saww di rumahku ketika aku sedang duduk di depan pintu, aku bertanya : Ya Rasulullah, bukankah aku juga Ahlul Baytmu..?, beliau menjawab : engkau dalam kebaikan, engkau dari istri-istriku. Ketika itu Rasulullah Saww di rumah bersama ‘Ali, Fatimah, Hasan dan Husein kemudian beliau memasukkah mereka di bawah sorban beliau seraya bersabda : “Ya Allah, merekalah Ahlul Baytku maka hilangkanlah kotoran dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya “.
  3. Hadits riwayat Muslim dari Zaid bin ‘Arqom: “Suatu hari Rasul Saww berpidato di hadapan kami dekat danau bernama Khom (atau Ghum), (yang lokasinya berada) di antara Mekkah dan Madinah. Setelah memuji Allah, beliau mulai menasihati kami dan bersabda : “Wahai orang-orang, aku tak ubahnya seorang manusia, mungkin utusan tuhanku akan segera datang memanggilku, ketahuilah bahwa aku meninggalkan pada kalian dua (2) pusaka (benda berharga), kitabullah yang mengandung cahaya dan bimbingan maka ambilah kitabullah dan berpeganglah padanya.. (kemudian) beliau meneruskan : Dan Ahlul Bait-ku, aku memperingatkan kalian tentang Ahlul Bait-ku, aku memperingatkan kalian tentang Ahlul Bait-ku, aku memperingatkan kalian tentang Ahlul Bait-ku…”. Perawi hadits bertanya kepada Zaid bin ‘Arqom : Siapakah Ahlul Bayt Rasul Saww, adakah istri-istri beliau termasuk Ahlul Baytnya?Zaid menjawab: “Tidak, Demi Allah, seorang istri hidup bersama suaminya untuk beberapa waktu dan ketika dicerai, ia akan kembali kepada kaumnya sendiri “.
Sebuah tulisan mengenai kewajiban mencintai Ahlul Bait itu dapat dirujuk pada link berikut ini (klik di sini).

Dan riwayat ayat “At-Tathir” yang menunjuk pembatasan hanya pada mereka cukup kuat dan banyak diriwayatkan oleh kalangan dan tokoh-tokoh penting Ahlus Sunnah lainnya, di antaranya;

  1. Imam Muslim dalam “Shahih”-nya;
  2. Imam At Turmudzi dalam kitab “Shahih’-nya;
  3. Al Hakim dalam kitab “Al-Mustadrak”-nya;
  4. Imam Ahmad dalam kitab “Musnad”-nya;
  5. Imam An Nasa’i dalam kitab Khoshoish;
  6. Al Muhib At Thabari dalam Riyadhun Nadhirah-nya;
  7. Al Muttaqi Al Hindi dalam kitab Kanzul ‘Ummal-nya;
  8. Ibnu ‘Abdi Al Bar Al Andalusi dalam Al-Isti’ab;
  9. Ibnu ‘Atsir Al Jazari dalam Usdul Ghobah-nya;
  10. At Thohawi Al Hanafi dalam kitab Musykil Al-Atsar;
  11. Al Haitsami dalam Majma’ul Zawaid-nya;
  12. Ibnu Jarir At Thabari dalam tafsir “Jami’ul Bayaan”-nya;
  13. As Suyuthi dalam ‘Tafsir Durul Mantsur’-nya;
  14. Imam Abu Daud dalam ‘Musnad’-nya;
  15. Al Khatib Al Baghdadi dalam kitab ‘Tarikh’-nya.

Jalur jalur riwayat mereka dikutip oleh Sayyid Murtadha Al Husaini Al Fairuz Zabadiy dalam kitab Fadhailul Khamsah min Shihatus Sittah, juz 2 hal. 264-289.

Ayat Al-Qur'an yang isinya perintah agar mencintai Ahlul Bait Nabi saw.

Ayat Al-Qur’an yang isinya perintah agar mencintai Ahlul Bait Nabi saw.

Dari riwayat-riwayat tersebut meski secara bahasa kata ‘Ahlul Bayt’ dapat disematkan atas setiap penghuni rumah seseorang, namun secara syari’at Allah SWT dan Rasulnya telah membatasi pengertian kata Ahlul Bayt Nabi hanya kepada sejumlah pribadi dari keluarga terdekat beliau yaitu : Ali bin Abithalib (kwh), Fatimah (ra), Hasan (ra), Husain (ra). (Dalam riwayat lain, Nabi saw dan mereka ber-empat itu disebut sebagai ‘Ahlil Kisaa‘).

Dengan demikian itulah pengertian kata Ahlul Bayt Nabi dalam ‘Ayat At-Tathir ‘(QS.33:33).

 

 

Terjemah Kitab Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bayt Karya : Al-Imam Jalaluddin As Suyuthi.

Manuskrip Tulisan pertama Kitab Syarah Alfiyah Ibnu Malik oleh Jalaluddin As-Suyuthi, 221 Halaman. [Sumber : http://www.mahaja.com/library/manuscripts/manuscript/682 ]

Manuskrip Tulisan pertama Kitab Syarah Alfiyah Ibnu Malik oleh Jalaluddin As-Suyuthi, 221 Halaman. [Sumber : http://www.mahaja.com/library/manuscripts/manuscript/682 ]

Biografi singkat penulis: 

Nasabnya : Alhafizh Jalaluddin Abul Fadl Abdurrahman bin Abu Bakar bin Muhammad Al Khudhairi As Suyuthi Asy Syafi’i.

Kelahiran dan kehidupannya : As Suyuthi dilahirkan pada bulan Rajab tahun 849 H (2 October 1445 M) di kota Suyut, Mesir. Ayahnya wafat ketika ia baru berusia sekitar 5 tahun. Suyuthi sudah hafal Al-Qur’an ketika usianya kurang dari delapan (8) tahun, kemudian beliau menghafal kitab ‘Umdatul Ahkam, Minhajun Nüri, Alfiyah Ibnu Malik dan Minhajul Baidhawi. Suyuthi berguru kepada sekitar 50 orang syeikh dan guru agama. Ia wafat pada tahun 1505 M (atau 911 H), dan kemudian dikenal sebagai salah satu ulama dan cendekiawan Muslim ternama dari Mesir abad ke-15.

Baca tentang Jalaluddin as-Suyuthi (bahasa Arab: جلال الدين السيوطي) dalam Wikipedia bahasa Indonesia (klik di sini) dan yang bahasa Inggris (klik di sini).

 

Saksikan video Mufti Mesir Syeikh Ali Jum’a (Ali Qouma) tentang Suyuthi (kilik di sini).

Karya-karyanya : Beliau menghasilkan lebih dari 500 buah karya tulis. Di antara karyanya yang terkenal adalah: Read the rest of this entry »

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,119 other followers